Bontang

IKM Bontang Gelar Maulid Nabi, Angkat Filosofi Hidup Masyarakat Minang di Perantauan

Kaltim Today
30 Agustus 2026 19:22
IKM Bontang Gelar Maulid Nabi, Angkat Filosofi Hidup Masyarakat Minang di Perantauan
DPD Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RM Citra Minang. (Istimewa)

BONTANG, Kaltimtoday.co - DPD Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RM Citra Minang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Misi Kerasulan sebagai Pedoman ABS-SBK di Perantauan”.

Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Kepala MAN Bontang, Ustadz Sugiannoor, sebagai penceramah. Sejumlah tamu undangan turut hadir, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang Beni Putra. Rangkaian kegiatan juga diisi penampilan hadrah dari siswa MAN Bontang.

Dalam tausiahnya, Sugiannoor mengulas Surah Al-A’raf ayat 157 untuk menjelaskan misi kerasulan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, ayat tersebut menerangkan bahwa kedatangan Nabi Muhammad telah diberitakan dalam Taurat dan Injil, dengan ciri antara lain menyerukan kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk.

“Allah menginformasikan kepada umat Nabi Muhammad bahwa kedatangan Nabi akhir zaman telah diberitakan dalam kitab Taurat dan Injil. Ciri-cirinya adalah beliau seorang nabi yang ummi, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk, serta membebaskan umat dari berbagai beban dan belenggu,” kata Sugiannoor.

Ia kemudian mengaitkan misi kerasulan tersebut dengan filosofi masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Menurutnya, Islam tidak serta-merta menghapus kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat selama kebiasaan tersebut dipandang baik dan tidak menimbulkan kerusakan.

“Syariat yang dibawa Nabi Muhammad tidak menghapus kebiasaan yang telah berlaku di masyarakat pada saat itu, selama kebiasaan tersebut dipandang baik dan tidak mendatangkan kerusakan. Sehingga bisa dikatakan bahwa Islam menghargai adat istiadat setempat,” ujarnya.

Menurut Sugiannoor, prinsip tersebut relevan bagi masyarakat Minangkabau yang hidup di perantauan. ABS-SBK dapat menjadi pegangan untuk menjalankan nilai agama sembari tetap menghormati adat dan budaya masyarakat di tempat mereka tinggal.

“Maka begitu juga dengan kita di perantauan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPD IKM Bontang Asra Juzal Wil mengapresiasi kehadiran Sugiannoor serta keluarga besar IKM dan para tamu undangan dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada Ustadz Dr. Sugiannoor yang telah berkenan memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi DPD IKM. Terima kasih juga kepada seluruh keluarga besar DPD IKM dan para tamu undangan, khususnya Bapak Beni Putra selaku Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bontang, yang telah hadir dan turut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Asra.



Berita Lainnya