Nasional

Teriak "Free Palestine" di Gontor, Prabowo Ingatkan Pentingnya Bangun Bangsa Kuat

Kaltim Today
20 September 2026 11:54
Teriak "Free Palestine" di Gontor, Prabowo Ingatkan Pentingnya Bangun Bangsa Kuat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG di Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).

PONOROGO, Kaltimtoday.co - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukungan terbuka untuk kebebasan Palestina saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Momen tersebut terjadi di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) ketika Presiden Prabowo menyapa satu per satu para duta besar negara sahabat yang hadir dalam perhelatan satu abad pesantren tersebut.

Saat menyapa Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, tepuk tangan dan gemuruh santri beserta tamu undangan seketika memenuhi ruangan.

"Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!" pekik Presiden Prabowo dari atas mimbar yang langsung disambut sorakan serupa dari para hadirin.

Duta Besar Palestina kemudian menghampiri mimbar dan mengalungkan keffiyeh, kain bercorak khas Palestina, ke leher Presiden Prabowo sebelum keduanya berpelukan erat.

Presiden Prabowo pun melanjutkan pidato sambutannya dengan keffiyeh yang tetap melingkar di pundaknya.

Di hadapan keluarga besar Gontor, Kepala Negara menyampaikan keprihatinannya atas penderitaan yang masih dialami oleh rakyat Palestina hingga saat ini.

"Saya tadi ingat, saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa rasa simpati terhadap penderitaan warga Palestina harus dijadikan pemicu dorongan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang kuat.

Di lingkungan pendidikan seperti Gontor, Kepala Negara mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan generasi muda untuk belajar dengan sungguh-sungguh demi memperkuat posisi bangsa di tingkat global.

"Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak," tutur Presiden.

Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya kemandirian dan kekuatan nasional agar Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain.

"Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," kata Presiden.

[TOS]



Berita Lainnya