Daerah

Investor Tiongkok Jajaki Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Kukar

M Jaini Rasyid — Kaltim Today 03 Februari 2026 19:18
Investor Tiongkok Jajaki Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Kukar
Ilustrasi.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Rencana pengolahan sampah menjadi listrik di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki tahap penjajakan investasi. Perusahaan asal Tiongkok datang menemui Pemerintah Kabupaten Kukar untuk melihat langsung potensi dan kelayakan lokasi pabrik yang dirancang melayani tiga daerah sekaligus, dalam pertemuan di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Selasa (3/2/2026).

Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyebut penjajakan investasi senilai Rp 4,5 triliun itu merupakan bagian dari rencana kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik yang melibatkan Kukar, Samarinda, dan Balikpapan.

Alasannya, pabrik pengolahan sampah yang direncanakan memiliki kapasitas produksi besar dengan kebutuhan pasokan mencapai sekitar 1.000 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, Kukar diproyeksikan mampu menyuplai sekitar 300 ton per hari, sementara kekurangannya dipenuhi dari Samarinda dan Balikpapan.

“Kalau hanya satu daerah, kapasitasnya tidak mencukupi. Karena itu dirancang melibatkan tiga daerah sekaligus,” ujarnya.

Saat ini, rencana pembangunan pabrik masih berada pada tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Salah satu lokasi yang tengah dikaji berada di Kilometer 37 arah Balikpapan, tepatnya di wilayah Samboja, yang berada di kawasan perbatasan Kukar dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lokasi tersebut dipertimbangkan karena posisinya dinilai strategis untuk mengakomodasi suplai sampah dari tiga daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga disebut telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 40 hektare di kawasan tersebut untuk mendukung rencana investasi.

Kendati demikian, investor memiliki batasan perhitungan jarak pengangkutan sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) ke lokasi pabrik, yakni maksimal sekitar 50 kilometer.

“Kendalanya di jarak. Kalau terlalu jauh, dari perhitungan mereka jadi tidak efisien. Ini masih dikaji dalam studi kelayakan,” katanya.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, pengolahan sampah tersebut tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga menghasilkan listrik terbarukan yang akan dimanfaatkan melalui kerja sama dengan PLN.

“Listrik yang dihasilkan nanti akan dimanfaatkan, dan mereka juga berencana bekerja sama dengan PLN,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya