Gaya Hidup

Jelang Musim Haji 2026: Kenali Gangguan Kesehatan yang Kerap Mengintai Jemaah

Kaltim Today
25 April 2026 11:23
Jelang Musim Haji 2026: Kenali Gangguan Kesehatan yang Kerap Mengintai Jemaah
Calon jemaah haji di Kota Madiun tengah menjalani pemeriksaan kesehatan. (Diskominfo Kota Madiun)

Kaltimtoday.co - Menjelang musim ibadah haji tahun ini, para jemaah diingatkan untuk mewaspadai berbagai risiko kesehatan. Aktivitas fisik yang berat serta kondisi lingkungan ekstrem di Tanah Suci menjadi tantangan besar bagi kondisi tubuh.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung koroner.

"Peningkatan aktivitas fisik secara drastis selama ibadah haji dapat memicu kondisi hipoglikemia maupun hiperglikemia," ujar dr. Andi sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (11/4/2026).

Hipoglikemia terjadi saat kadar glukosa darah turun di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini rentan dialami penderita diabetes, namun tetap berisiko bagi jemaah tanpa riwayat penyakit tersebut akibat kelelahan yang luar biasa.

Sebaliknya, hiperglikemia atau lonjakan kadar glukosa darah di atas 300 mg/dL juga patut diwaspadai. Menurut dr. Andi, lonjakan ini biasanya dipicu oleh tingkat stres yang tinggi serta pola makan yang tidak terkontrol selama di perjalanan.

Selain masalah gula darah, tekanan darah jemaah juga berpotensi meningkat tajam. Faktor pemicunya beragam, mulai dari kelelahan fisik, dehidrasi, hingga paparan suhu panas yang ekstrem di Arab Saudi.

"Aktivitas fisik yang mendadak berat pada jemaah dengan faktor risiko metabolik juga dapat memicu serangan jantung akut," tambah dr. Andi mengingatkan.

Sebagai langkah antisipasi, calon jemaah sangat dianjurkan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin melalui fasilitas kesehatan seperti poltekkeslampung.org sebelum keberangkatan. Latihan fisik ringan juga diperlukan untuk meningkatkan stamina tubuh.

Bagi jemaah dengan komorbid, dr. Andi menyarankan untuk menyiapkan persediaan obat minimal 1,5 kali durasi ibadah. Pastikan obat-obatan tersebut disimpan di tempat yang mudah dijangkau untuk menjaga kepatuhan konsumsi selama di Tanah Suci.



Berita Lainnya