Daerah

Kerugian Kebakaran SMPN 2 Samarinda Capai Rp2 Miliar, Siswa Kelas VII dan VIII Belajar Daring hingga Mei

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 02 April 2026 20:52
Kerugian Kebakaran SMPN 2 Samarinda Capai Rp2 Miliar, Siswa Kelas VII dan VIII Belajar Daring hingga Mei
Sejumlah ruang kelas yang terdampak musibah kebakaran di SMP Negeri 2 Samarinda. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Musibah kebakaran yang menghanguskan delapan ruang kelas di SMPN 2 Samarinda pada Rabu (1/4/2026) berbuntut pada perubahan pola belajar siswa dan kerugian materiil yang mencapai miliaran rupiah. 

Berdasarkan pendataan awal, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menaksir kerugian infrastruktur serta fasilitas sekolah menyentuh angka Rp 2 miliar. Kerusakan signifikan terjadi pada enam ruang kelas yang masuk kategori rusak berat, ditambah satu unit bangunan musala yang ikut terdampak amuk si jago merah.

Selain merusak struktur fisik di lantai dua dan sebagian lantai bawah, api melahap ratusan inventaris penting sekolah. Tercatat sebanyak 256 pasang meja dan kursi siswa, 32 unit kipas angin, delapan papan tulis, delapan lemari kelas, hingga dua unit pendingin ruangan atau AC rusak total dalam peristiwa tersebut. 

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Wahiduddin, menekankan bahwa langkah rehabilitasi nantinya tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga menyasar peremajaan sistem kelistrikan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

"Termasuk instalasi listrik yang memadai. Kalau awalnya penyebab korsleting, maka jangan sampai terulang kembali,” tegas Wahiduddin.

Pasca-kejadian, pihak sekolah sempat menghentikan aktivitas belajar mengajar selama satu hari pada Kamis untuk melakukan konsolidasi internal. 

Kepala SMPN 2 Samarinda, Misradianto, menyebutkan langkah tersebut diperlukan untuk memetakan kelanjutan proses pendidikan bagi seluruh siswa.

“Hari ini kami liburkan satu hari untuk koordinasi seluruh warga sekolah,” kata Misradianto.

Sebagai solusi jangka pendek, pihak sekolah merancang pola pembelajaran jarak jauh atau daring yang akan dimulai pekan depan. Skema ini diprioritaskan bagi siswa kelas VII dan VIII agar aktivitas akademik tidak terhenti total.

Sementara itu, siswa kelas IX akan tetap mengikuti agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya, yakni Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang berlangsung pada 6 hingga 14 April mendatang.

Misradianto merincikan bahwa setelah periode ujian kelas IX berakhir, delapan kelas yang ruangannya terbakar akan menjalani pola belajar daring secara bergiliran. 

“Untuk kelas VII dan VIII kita lakukan pembelajaran daring. Setelah itu, rencananya delapan kelas akan daring secara bergantian sampai pertengahan Mei,” jelasnya.

Pihak sekolah sebenarnya sempat mempertimbangkan opsi untuk memindahkan siswa ke gedung sekolah lain. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena potensi kendala teknis dan mobilitas guru yang dinilai akan sangat merepotkan.  

“Kalau dipindah ke sekolah lain, belum tentu tersedia ruang, dan guru juga bisa kerepotan. Jadi kita upayakan daring sampai pertengahan Mei,” beber Misradianto.

Mengenai kondisi bangunan, meski beberapa ruangan di lantai bawah secara fisik tampak masih layak pakai, pihak sekolah memutuskan untuk mengosongkan seluruh area terdampak demi alasan keamanan. Keputusan ini diambil agar proses renovasi lantai atas tidak membahayakan keselamatan siswa yang beraktivitas di bawahnya.  

“Memang yang di bawah masih bisa digunakan, tapi karena ini bangunan dua tingkat, kita tidak berani ambil risiko saat perbaikan di atas,” pungkasnya. 

Aktivitas belajar di sekolah tersebut diprediksi baru akan kembali normal setelah seluruh rangkaian ujian kelas IX rampung dan tersedia cukup ruang kelas untuk menampung kembali siswa kelas VII dan VIII.

[RWT] 



Berita Lainnya