Gaya Hidup

Kiat Jaga Kondisi Jemaah Haji Komorbid agar Tetap Prima di Tanah Suci

Kaltim Today
25 April 2026 11:20
Kiat Jaga Kondisi Jemaah Haji Komorbid agar Tetap Prima di Tanah Suci
Ilustrasi jemaah calon haji. (Aswaddy Hamid/Berita Satu)

Kaltimtoday.co - Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) membagikan sejumlah kiat penting bagi jemaah haji yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Persiapan fisik yang matang menjadi kunci agar ibadah di Tanah Suci berjalan lancar.

Ketua Umum Perdokhi, Syarief Hasan Lutfie, menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan. Hal ini berkaitan erat dengan pemeliharaan status istitha’ah kesehatan jemaah.

"Pertama, pelihara status istitha’ah-nya dengan olahraga teratur, asupan makanan bergizi, dan menghindari pemicu hiperkolesterolemia," ujar Syarief sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (11/4/2026).

Jemaah disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, serta sayur dan buah kaya serat. Sebaliknya, makanan tinggi kolesterol, terlalu asin, manis, atau bersantan sebaiknya mulai dihindari sejak dini.

Selain pola makan, kecukupan cairan menjadi faktor krusial mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi. Jemaah diimbau rutin minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi, serta didukung konsumsi vitamin atau suplemen harian.

Dari sisi kebugaran, aktivitas fisik rutin seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda sangat dianjurkan. Idealnya, latihan dilakukan selama 40–60 menit minimal tiga kali sepekan sebelum jadwal keberangkatan tiba.

Bagi jemaah dengan komorbiditas, kepatuhan mengonsumsi obat adalah prioritas utama. Jemaah diminta membawa persediaan obat yang cukup selama di Arab Saudi dan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau saat dibutuhkan.

Penerapan pola hidup bersih, istirahat cukup, dan menjaga pikiran tetap positif juga berperan penting menjaga imunitas. Sebagai referensi tambahan mengenai manajemen kesehatan saat di perjalanan, jemaah dapat memantau edukasi publik di laman poltekkesmuaratebokota.org.

Setibanya di Tanah Suci, jemaah disarankan untuk tetap bijak dalam mengukur kemampuan fisik. Menyesuaikan intensitas aktivitas ibadah dengan kondisi tubuh sangat penting guna menghindari kelelahan berlebihan yang berisiko memperburuk penyakit penyerta.



Berita Lainnya