Daerah


KSOP Samarinda Sebut Terminal Penumpang Siap Hadapi Puncak Arus Mudik

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 13 Maret 2026 14:08

KSOP Samarinda Sebut Terminal Penumpang Siap Hadapi Puncak Arus Mudik
Salah satu layanan fasilitas yang tersedia di pelabuhan. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda menyatakan kesiapan terminal penumpang menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 telah mencapai sekitar 99 persen.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, M Ridha, mengatakan persiapan dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Pelindo, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), TNI dan Polri.

“Kami sudah melakukan evaluasi dari tahun lalu terkait kekurangan yang ada. Saat ini kesiapan terminal, baik ekonomi maupun VIP, sudah sekitar 99 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ruang tunggu ekonomi difungsikan sebagai area transit sebelum penumpang menjalani pemeriksaan tiket. Sementara di terminal VIP telah diterapkan sistem pemeriksaan tiket menggunakan barcode untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan.

“Pemeriksaan tiket sudah tidak manual lagi. Jika tidak memiliki tiket atau tidak sesuai data identitas, penumpang tidak dapat masuk,” katanya.

Selain itu, fasilitas di terminal VIP juga dinilai telah memadai, mulai dari pendingin ruangan, musala, toilet hingga ruang layanan kesehatan.

KSOP memperkirakan puncak arus mudik melalui pelabuhan akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Meski demikian, keberangkatan kapal telah dijadwalkan sejak pertengahan Maret, termasuk pada 15 dan 16 Maret.

“Jadwal keberangkatan tersebar beberapa hari, sehingga diharapkan dapat mengurai kepadatan calon penumpang,” ujarnya.

Selain kapal reguler, layanan tol laut juga tetap beroperasi dengan rute dari Samarinda menuju sejumlah daerah tujuan. Pihak KSOP juga menyiapkan kemungkinan penambahan armada, termasuk dukungan kapal negara dan kapal navigasi jika terjadi lonjakan penumpang.

Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, KSOP menerapkan sistem transit bagi calon penumpang. Penumpang yang datang dari luar daerah tidak diperbolehkan langsung menuju kapal, melainkan diwajibkan menunggu di terminal yang telah disiapkan.

“Kami sudah menyiapkan tempat transit yang layak. Calon penumpang dapat beristirahat di terminal sebelum melanjutkan perjalanan ke kapal keesokan harinya,” kata Ridha.

[RWT]



Berita Lainnya