Daerah

LPM Sketsa Unmul Hadirkan Jurnalis Kaltim Today, Diskusikan Peluang dan Tantangan Jurnalisme di Era AI

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 12 Mei 2026 13:06
LPM Sketsa Unmul Hadirkan Jurnalis Kaltim Today, Diskusikan Peluang dan Tantangan Jurnalisme di Era AI
Jurnalis Kaltimtoday saat sharing pengalaman pola kerja lapangan di era AI. (Dok. Sketsa Unmul)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Universitas Mulawarman menggelar talkshow Literasyik bersama jurnalis Kaltim Today, membahas tantangan jurnalisme di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Diskusi tersebut menyoroti perubahan pola kerja media, tantangan verifikasi informasi, hingga pentingnya menjaga kualitas jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital.

Dalam talkshow tersebut, beberapa LPM dari kampus lain juga turut hadir untuk sharing mengenai jurnalisme di era AI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Bundar Faperta, Universitas Mulawarman pada Sabtu (09/05/2026).

Jurnalis Kaltim Today, Defrico Alfan Saputra menyampaikan bahwa kehadiran AI dalam dunia jurnalisme, dapat menciptakan peluang dan tantangan tersendiri. 

"Peluangnya adalah memanfaatkan AI ini sebagai alat bantu untuk menunjang kinerja jurnalistik di lapangan," ungkap Defrico.

Ia menekankan bahwa AI baiknya digunakan secara bijak. Baik dalam perencanaan liputan, transkrip wawancara, penyuntingan naskah, hingga transkrip wawancara untuk efisiensi waktu di lapangan.

Namun di satu sisi, tantangan yang harus dihadapi jurnalis ialah soal ketergantungan teknologi, bahkan masalah etika. Algoritma AI dapat menciptakan berita palsu atau bias tanpa adanya pengawasan manusia. Oleh karena itu, jurnalis tetap dibutuhkan untuk mengawasi, mengedit, dan memastikan bahwa informasi yang disampaikan tetap objektif dan akurat.

"Maka basic kepenulisan itu penting banget. Itu yang harus dikuatkan. Karena ada AI maupun tidak ada AI, kalian tetap bisa menulis," imbuhnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman, Ziya Ibrizah juga menyadari bahwa adaptasi terhadap teknologi AI ini sangat penting. Namun dengan catatan, harus mengetahui kelemahan dan risiko yang akan dihadapi nantinya.

"Benar, AI ini berguna untuk dijadikan alat bantu kita, tapi balik lagi manusianya yang punya kendali penuh, atas kerja kerja jurnalistik itu sendiri," sebutnya.

Ziya sependapat bahwa era AI membawa tantangan sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik. Jurnalis yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan tetap relevan dan memiliki peran penting dalam industri media.

"Jadi sampai kapanpun jurnalis akan tetap relevan karena mereka yang punya akses langsung di lapangan untuk verifikasi, itu yang tidak bisa dilakukan dengan AI," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya