Bontang

Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bontang, Andi Faiz Minta Rutinkan Siraman Rohani

Kaltimtoday.co, Bontang – Kasus bunuh diri di Bontang cenderung meningkat belakangan ini. Meski tak diketahui secara pasti penyebab atau alasan mengakhiri hidup yang didominasi dengan gantung diri. Kejadian tersebut seharusnya bisa diantisipasi.

Oleh karenanya, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam pun menyarankan agar kegiatan siraman rohani rutin dilakukan oleh setiap individu. Apalagi, sejak 2020 hingga Maret 2021, kasus bunuh diri di Bontang sudah terdapat 5 kasus.

Baca juga:  Kasus Covid-19 Cenderung Menurun, Ketua DPRD Bontang Yakinkan Tarawih Diperbolehkan

“Perlu kerja sama dengan pemuka agama untuk memberikan siraman rohani jika melihat ada perubahan perilaku terhadap keluarga atau kerabat,” terang Faiz, sapaannya.

Dia menyebut, pikiran atau keinginan bunuh diri bisa dialami siapa saja. Terlebih di situasi yang serba sulit seperti saat ini. Dimana negara dilanda Pandemi Covid-19, perputaran ekonomi menurun, PHK dimana-mana, pengangguran dan kemiskinan semakin bertambah.

Hal itu, menurutnya, bisa memicu frustasi atau stres dan depresi bagi yang mengalami kejadian paling sulit dalam hidupnya. Kesehatan, lanjut Faiz menjadi terganggu, masalah kejiwaan, stres berat, dan tekanan batin.

“Pandemi ini bisa memicu stres akibat kesulitan ekonomi yang memunculkan persoalan kehidupan lainnya,” ujarnya.

Untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya stres berat, Politisi Golkar itu menyarankan ada penanganan khusus bagi seseorang yang rentan terkena stres atau depresi.

“Semoga tak terulang lagi kasus bunuh diri di Bontang, meskipun banyak juga kasus bunuh diri atau gantung diri di wilayah lainnya,” terangnya.

Baca juga:  Terapkan Gaya Hidup Sehat, Ketua DPRD Bontang Rutin Gelar Senam Gratis

Dia berharap, Pemkot Bontang bisa bekerja sama bila melihat indikasi atau perilaku mencurigakan dari seseorang sebagai antisipasi. Termasuk OPD terkait yang diharapkan bisa menyediakan fasilitas bagi orang-orang yang butuh bantuan pemerintah.

“Fasilitas tersebut juga harus dilengkapi dengan psikolog agar yang bersangkutan bisa berbagi permasalahan yang dihadapinya, sehingga tidak berujung pada bunuh diri,” pungkasnya.

[RIR | NON | ADV DPRD BONTANG]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close