Daerah

Masuk Musim Kemarau, BPBD Berau Catat 7 Hektare Lahan Hangus Terbakar hingga Awal Juni 2026

Kaltim Today
03 Juni 2026 16:52
Masuk Musim Kemarau, BPBD Berau Catat 7 Hektare Lahan Hangus Terbakar hingga Awal Juni 2026
Petugas BPBD saat memadamkan api pada salah satu titik terjadinya karhutla. (Doc: BPBD)

Kaltimtoday.co, Berau - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau mulai mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Hal ini disebabkan Berau saat ini tengah memasuki musim kemarau dengan cuaca panas ekstrem, yang puncaknya diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang. 

Prakiraan cuaca panas tersebut diketahui dari hasil rapat koordinasi antara pemerintah daerah dan Pemprov Kaltim beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (3/6/2026), petugas di lapangan sudah menangani lima kasus kebakaran dengan total luas lahan yang hangus mencapai 7 hektare.

Titik kebakaran tersebut tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Teluk Bayur dengan titik api berada di poros Labanan dua kali dan Meraang, Tumbit Melayu. Sambaliung berada di Sei Bebanir Bangun, dan Kampung Bukit Makmur, di Kecamatan Segah.

“Lima kasus tersebut terjadi sejak awal Mei 2026 kemarin, sampai sekarang kami juga masih bersiaga, karena puncak musim kemarau masih beberapa bulan lagi,” tegas Masyhadi.

Sementara untuk data korban jiwa dipastikan nihil dan tidak sampai berdampak terhadap kebakaran permukiman. 

Mencegah api merambat ke permukiman, BPBD telah menggandeng instansi lain dalam hal penanganan di lapangan. Seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Manggala Agni termasuk pihak ketiga yang berada di sekitar kejadian.

Sementara terkait hambatan, Masyhadi menuturkan, hanya ketika memadamkan kobaran api yang jauh dari sumber air, seperti saat posisi api berada di tengah hutan.

“Jadi ketika posisinya sulit dijangkau, maka solusi yang kami gunakan adalah dengan menggunakan pompa yang bisa kami bawa secara manual,” sebutnya.

[RWT]  



Berita Lainnya