Nasional
Mendikdasmen: Program Makan Bergizi Gratis Sukses Dongkrak Prestasi dan Kehadiran Murid
Kaltimtoday.co - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai program pemenuhan gizi yang dicanangkan pemerintah tidak hanya berhasil memperbaiki kualitas kesehatan fisik anak, tetapi juga terbukti ampuh mendongkrak prestasi akademis serta angka kehadiran murid di ruang kelas.
Mendikdasmen mengungkapkan bahwa, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi berkala di lapangan, dampak positif dari penyaluran menu makan sehat ini mulai terlihat nyata pada aspek psikologis dan semangat belajar para siswa.
Keberadaan makan siang gratis di sekolah berhasil meringankan beban orang tua sekaligus memicu motivasi anak-anak untuk datang ke sekolah tepat waktu. Dampak langsungnya, grafik angka absensi atau murid yang bolos sekolah menunjukkan penurunan yang cukup drastis di berbagai daerah.
"Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan investasi besar untuk masa depan pendidikan kita. Kami melihat ada korelasi positif yang sangat jelas antara kecukupan gizi dengan fokus belajar anak di kelas, yang pada akhirnya mendongkrak prestasi dan membuat angka kehadiran murid meningkat signifikan," ujar Mendikdasmen.
Anak Lebih Fokus Belajar dan Tidak Mengantuk
Lebih lanjut, pihak kementerian mengatakan bahwa masalah klasik yang sering dihadapi guru di dalam kelas adalah menurunnya konsentrasi belajar siswa pada jam-jam siang akibat rasa lapar atau asupan sarapan yang kurang bergizi.
Melalui kombinasi karbohidrat, protein, dan vitamin yang terukur dalam setiap porsi kotak MBG, kemendikdasmen mengklaim kini anak-anak memiliki energi yang stabil untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dari pagi hingga sore hari. Para guru di lapangan dikatakan melaporkan bahwa tingkat kefokusan siswa dalam menyerap materi pelajaran kinestetik maupun eksakta mengalami perbaikan yang cukup kontras.
Selain itu, program ini juga secara tidak langsung membentuk ekosistem kebiasaan baru yang positif di sekolah, di mana anak-anak diajarkan untuk disiplin mengantre, mencuci tangan sebelum makan, serta berdoa bersama.
Kemendikdasmen menegaskan akan terus menjalin sinergi ketat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta dinas pendidikan di tingkat daerah. Langkah ini untuk memastikan bahwa distribusi makanan tetap berjalan tepat waktu sebelum jam istirahat dimulai, serta memastikan variasi menu yang disajikan tidak membuat para siswa bosan.
[RWT]
Related Posts
- Selain Coret Sekolah Elite, Menko Pangan Larang Dapur MBG Ambil Bahan Baku dari Luar Daerah
- Mensesneg Prasetyo Hadi Isyaratkan Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Nasional
- Tagihan Rp3,5 Miliar Proyek Dapur MBG Mandek, Pengusaha Paser Mengadu ke Pemprov Kaltim
- Pendapatan Baru 30 Persen, Bupati Kukar Rem Belanja APBD demi Hindari Utang
- Akses Internet Hadir di SD 001 Payung-Payung Maratua, Pelajar Kini Lebih Mudah Belajar







