banner

DISKOMINFO KUKAR

Minim Pengalaman Jadi Kendala Fresh Graduate, Distransnaker Kukar Dorong Program Magang Nasional Bacth Ketiga

Supri Yadha — Kaltim Today 07 Oktober 2026 21:03
Minim Pengalaman Jadi Kendala Fresh Graduate, Distransnaker Kukar Dorong Program Magang Nasional Bacth Ketiga
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Fresh graduate di Kutai Kartanegara (Kukar) yang belum memiliki pengalaman kerja bakal mendapat peluang lebih besar melalui Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). 

Pada batch ketiga pada Oktober-November 2026, Pemkab Kukar menargetkan keterlibatan lebih banyak perusahaan agar lowongan magang bagi tenaga kerja lokal ikut bertambah.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan, program tersebut saat ini telah memasuki batch kedua. 

Namun, Kukar masih perlu mengejar ketertinggalan dalam jumlah peserta dan perusahaan penyelenggara.

“Untuk batch ketiga pada bulan Oktober-November 2026, kami berupaya mengejar ketertinggalan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Dendy, Rabu (7/10/2026).

Secara nasional, kuota peserta pada batch ketiga meningkat menjadi 75 ribu orang. Jumlah itu lebih besar dibandingkan batch sebelumnya yang berada di kisaran 50 ribu peserta.

Dendy menyebut, pihaknya telah mengirimkan surat kepada sekitar 220 perusahaan yang tercatat dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Langkah tersebut dilakukan sekitar tiga minggu lalu melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar untuk mendorong perusahaan di daerah ikut menjadi penyelenggara program.

Perusahaan penyelenggara nantinya memiliki kewajiban menyediakan makan siang dan mentor bagi peserta. Sementara uang saku peserta ditanggung Kemnaker dengan besaran setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kukar.

Program magang berlangsung selama enam bulan. Peserta yang merupakan tenaga kerja lokal akan terlebih dahulu mengikuti proses seleksi sesuai kompetensi dan kebutuhan perusahaan.

Mereka yang lolos kemudian menjalani pelatihan pada bulan pertama, sebelum melanjutkan magang selama lima bulan berikutnya dengan pendampingan mentor dari perusahaan.

“Peserta mendapatkan beberapa fasilitas di antaranya jaminan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan, pengalaman kerja, uang saku setara UMK, serta makan siang,” ujar Dendy.

Untuk pelaksanaan batch kedua, lanjutnya, baru terdapat lima penyelenggara dari Kukar. Di antaranya BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Alfamart, Honda, dan satu penyelenggara lainnya.

Namun, jumlah lowongan yang tersedia masih terbatas, yakni sekitar 20 posisi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Distransnaker Kukar lebih awal mempersiapkan perusahaan untuk batch ketiga.

“Kalaupun hanya 50 persen atau sekitar 100 perusahaan yang berpartisipasi (bacth ketiga) jika satu perusahaan menyediakan lima posisi saja, sudah ada sekitar 500 lowongan bagi tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Dendy mengatakan, program tersebut didorong karena persoalan pengalaman kerja masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi lulusan baru saat mencari pekerjaan.

Hal itu terlihat dalam evaluasi Job Fair Kukar yang digelar pada 13-14 Juli 2026. Dari evaluasi tersebut, banyak fresh graduate diketahui tidak dapat melanjutkan ke tahapan rekrutmen berikutnya karena belum memiliki pengalaman kerja.

Melalui program magang nasional, ia berharap kesenjangan pengalaman tersebut dapat dikurangi. Sasaran program ini merupakan fresh graduate lulusan diploma dan sarjana dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.

“Kalau sudah lebih dari satu tahun, berarti harus melalui saluran program lainnya,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya