Gaya Hidup
Pakar UGM: Varian Covid-19 Cicada Belum Terdeteksi Masuk Indonesia
Kaltimtoday.co - Munculnya varian baru Covid-19 yang dijuluki "Cicada" mulai memicu kekhawatiran global. Meski demikian, pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan hingga saat ini varian tersebut belum ditemukan di Indonesia.
Guru Besar Departemen Mikrobiologi FKKMK UGM, Tri Wibawa, menjelaskan bahwa Cicada merupakan turunan dari SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2. Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024.
Setelah sempat mereda, varian ini kembali muncul pada Februari 2026 dan dilaporkan telah menyebar di 23 negara. Beruntung, sistem surveilans kesehatan di tanah air belum mencatat adanya kasus yang berkaitan dengan varian tersebut.
“Data yang ada saat ini tidak menunjukkan indikasi bahwa Cicada lebih ganas dibandingkan dengan strain-strain sebelumnya,” ujar Tri Wibawa sebagaimana dikutip pada Senin (13/4/2026).
Secara medis, belum ditemukan perbedaan klinis yang signifikan antara Cicada dengan varian Alpha, Beta, Delta, maupun Omicron. Gejala yang ditimbulkan masih serupa, mulai dari gejala ringan seperti flu hingga kondisi berat pada kelompok rentan.
Tri Wibawa menekankan bahwa tidak ada gejala spesifik yang membedakan infeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Variasi gejala sangat bergantung pada kondisi kesehatan penyerta serta kekuatan imunitas masing-masing individu.
Mengenai efektivitas vaksin, ia mengingatkan bahwa kemunculan varian baru memang berpotensi memengaruhi tingkat perlindungan. Namun, masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap tetap memiliki proteksi imun yang jauh lebih baik.
“Individu yang pernah terpapar atau mendapatkan vaksin tentu memiliki imunitas yang lebih siap menghadapi mutasi virus dibandingkan mereka yang belum divaksinasi sama sekali,” tambahnya.
Langkah pencegahan terhadap varian Cicada dipastikan masih sama dengan protokol kesehatan umum. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi kesehatan melalui sumber kredibel seperti poltekkespesisirbarat.org.
Penerapan pola hidup bersih, menjaga sanitasi, serta menghindari kerumunan saat sedang tidak enak badan tetap menjadi kunci. Tri Wibawa menegaskan agar masyarakat segera melakukan konsultasi medis jika mengalami gejala gangguan pernapasan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Related Posts
- Tips Menjaga Tubuh Saat Sehat dan Pentingnya Konsultasi Medis Primer
- Dilanda Konflik dan Pemangkasan Bantuan, Wabah Ebola di Kongo Terancam Gagal Dikendalikan
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi
- 6 Obat Asam Lambung Alami: Kunyit, Madu, hingga Jahe
- 5 Cara Sarapan Pagi untuk Turunkan Kolesterol Jahat









