Daerah

Pemkab Kukar Bakal Bangun Jembatan Sangasanga-Anggana, Ada 3 Lokasi Alternatif

Supri Yadha — Kaltim Today 08 April 2026 22:16
Pemkab Kukar Bakal Bangun Jembatan Sangasanga-Anggana, Ada 3 Lokasi Alternatif
Suasana Rakor pembangunan jembatan Sangasanga-Anggana di ruang rapat rumah jabatan Bupati Kukar. 

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mematangkan rencana pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Anggana dan Sangasanga. Langkah ini diawali dengan rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur di rumah jabatan Bupati Kukar, Rabu (8/4/2026).

Rapat dihadiri langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Rakor ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kaltim untuk berkolaborasi dan koordinasi antara provinsi dan daerah.

Kepala PU Kukar, Wiyono menjelaskan, pembangunan jembatan Anggana-Sangasanga dalam rangka pengembangan kawasan ekonomi. Sehingga jarak tempuh antar kedua kecamatan lebih dekat dan memperlancar arus distribusi barang serta mobilitas orang.

Namun, pembangunan jembatan masih dalam tahap perencanaan, lantaran membutuhkan anggaran yang cukup besar. Oleh karenanya, Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim masih mendesain rencana agar kawasan tersebut berkembang secara optimal.

“Saat ini masih dalam tahap perencanaan karena nilai pembangunannya cukup besar, berkisaran Rp 1-2 triliun,” kata Wiyono.

Ia menerangkan, lokasi pembangunan jembatan masih belum ditentukan, namun ada beberapa titik alternatif. Setiap alternatif, panjang jembatan dan jalannya juga bervariasi.

Untuk Sangasanga, alternatifnya bisa di daerah Pendingin, Palaran atau di antara keduanya. Sedangkan dari sisi Anggana, bisa dari Kutai Lama sampai arah Muara Badak.

“Jadi ada beberapa titik lokasi, ada tiga alternatif dengan panjang jembatan berbeda-beda,” imbuhnya.

Alternatif pertama, lanjut Wiyono, panjang jembatan 1.025 meter dengan panjang jalan sekitar 3,25 kilometer, dan kebutuhan lahan seluas 22 hektare (ha)

Alternatif kedua, terdapat dua jembatan dengan panjang masing-masing sepanjang 1.210 meter dan 680 meter. Panjang jalan mencapai 5 kilometer, dan kebutuhan lahan kurang lebih 50,1 ha.

Sedangkan alternatif ketiga, terdapat tiga jembatan dengan panjang masing-masing 450 meter, 415 meter, dan 650 meter. Sementara panjang jalan sekitar 7,6 kilometer, dan kebutuhan lahan sekitar 78,4 hektare.

Lebih lanjut, konstruksi jembatan saat ini masih tahap studi kelayakan. Berdasarkan gambaran awal, konstruksinya dari besi seperti jembatan di Kecamatan Tenggarong.

“Untuk teknis detailnya akan disampaikan kemudian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis PUPR-PERA Kaltim, Fitra Firnanda menyambut baik rencana pemerintah daerah yang akan menghubungkan akses antar kecamatan. Hal ini sejalan dengan kepentingan Pemprov Kaltim dalam menghubungkan wilayah pesisir, sehingga dapat dilakukan kerja sama.

“Dari hasil paparan ini masih dirundingkan lagi di internal Pemerintah Provinsi, dan hasilnya seperti apa baru akan dieksekusi bersama Pemkab Kukar,” tandasnya.

[RWT]



Berita Lainnya