Kutim

Penerangan Masih Jadi PR, Ketua DPRD Kutim Bakal Lobi PLN

Kaltim Today
12 Maret 2021 18:09
Penerangan Masih Jadi PR, Ketua DPRD Kutim Bakal Lobi PLN
Ketua DPRD Kutim, Joni saat mengikuti musrenbang. (Ramlah/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni akan langsung turun tangan untuk melobi ke PT PLN (Persero) areal Bontang agar segera membangun jaringan listrik ke desa-desa di Kutim yang belum di aliri listrik, sehingga masyarakat bisa menikmati salah satu infrastruktur dasar itu.

“Saat saya reses mendengar keluhan masyarakat desa Tepian Indah, Tepian Baru dan Km 102, Kecamatan Bengalon yang belum di aliri listrik, padahal listrik ini sebagai kebutuhan dasar masyarakat di sana,” kata Ketua DPRD Kutim, Joni beberapa hari lalu.

Joni mengatakan, dirinya sudah menghubungi via telepon seluler manager perencanaan PT PLN area Bontang pasca reses tersebut, sehingga dirinya mengharapkan ini harus secepatnya menjawab kebutuhan listrik di desa Tepian Indah termasuk desa-desa di seluruh Kutim yang belum menikmati listrik.

Menurutnya, jika kebutuhan akan listrik di daerah ibukota Kutim, Sangatta sudah terpenuhi atau surplus listrik, maka jaringan listrik ke desa-desa dan ibu kota kecamatan yang belum menikmati listrik harus segera di bangun.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

“Kutim bukan hanya Sangatta. Kalau di Sangatta sudah surplus listrik terus bagaimana dengan desa dan kecamatan lain yang belum menikmati listrik, seperti Tepian Indah dan daerah lainnya? ini yang saya juga minta perhatian PLN,” katanya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini mencotohkan, pemenuhan kebutuhan akan listrik di desa-desa saat ini belum juga memadai karena menggunakan mesin pembangkit listrik Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ), terlebih menurut Joni, masyarakat di sana terbebani biaya solar yang mahal.

“Saat ini masyarakat masih menggunakan mesin pembangkit listrik milik BUMDES yang tidak cukup untuk mengaliri banyaknya rumah di desa tersebut, ini juga terjadi di mayoritas kawasan pedesaan di Kutim, apalagi saat ini biaya solar untuk mesin pembangkit itu mahal, belum lagi masyarakat di saat pandemik ini harus berhemat secara ekonomi, tentu kasihan masyarakat jadi terbebani, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak menerangi desa-desa dan kecamatan,” jelas Joni.

Dengan begitu lanjutnya listrik di pedesaan dan kecamatan tidak lagi mengandalkan mesin pembangkit listrik milik BUMDES di masing-masing rumah masyarakat, dan nantinya mesin pembangkit listrik milik BUMDES ini bisa di alihkan menjadi mesin listrik daya dukung bagi roda ekonomi masyarakat di desa-desa tersebut.

“Ini akan terus kita kawal dan akn saya perjuangkan kebutuhan dasar listrik ini bagi masyarakat, jadi kalau sudah ada listrik mesin pembangkit listrik milik BUMDES itu bisa di alihkan ke daya guna pendukung untuk ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

[El | NON | ADV DPRD KUTIM]

 


Related Posts


Berita Lainnya