Daerah
Penumpang Bandara APT Pranoto Samarinda Meningkat 38 Persen Jelang Puncak Mudik Lebaran
Kaltimtoday.co, Samarinda - Aktivitas penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda menunjukkan lonjakan menjelang periode arus mudik Lebaran. Pada H-5, jumlah penumpang yang berangkat tercatat meningkat sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Bandara APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa pada H-5 tahun 2025 jumlah penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 2.513. Sedangkan di 2026, tercatat H-5 hari ini jumlah penumpang yang datang dan berangkat sebesar 2.938.
Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk bepergian menjelang Lebaran tahun ini.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikannya cukup signifikan, sekitar 38 persen,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, hampir seluruh penerbangan dari Samarinda saat ini memiliki tingkat keterisian yang cukup. Salah satu rute yang paling diminati penumpang adalah penerbangan Samarinda menuju Jakarta.
Rute tersebut dilayani oleh beberapa maskapai, di antaranya Citilink dan Garuda Indonesia yang masing-masing mengoperasikan satu penerbangan per hari, serta Batik Air dengan dua penerbangan harian. Dengan demikian, total terdapat empat jadwal penerbangan setiap hari menuju Jakarta.
Selain Jakarta, rute Samarinda–Surabaya juga cukup ramai peminat. Jalur ini dilayani oleh Super Air Jet dan Citilink dengan total tiga penerbangan setiap hari.
Sementara itu, sejumlah rute lain yang tersedia dari bandara ini meliputi penerbangan Samarinda–Yogyakarta yang beroperasi empat kali dalam sepekan, serta rute menuju Berau dan Banjarmasin yang dilayani menggunakan pesawat tipe ATR.
Meski jumlah penumpang mengalami peningkatan, hingga kini belum ada penambahan jadwal penerbangan tambahan atau extra flight dari maskapai.
Sejak posko mudik dibuka, pergerakan penumpang datang dan berangkat selama tiga hari terakhir diperkirakan telah mencapai sekitar 7.000 orang.
Terkait puncak arus mudik, pihak bandara menyebutkan waktunya masih belum dapat dipastikan secara pasti. Hal ini dipengaruhi oleh pola kerja fleksibel seperti Work From Anywhere (WFA) serta kebijakan cuti yang lebih longgar.
Namun demikian, jika melihat kondisi penerbangan yang sudah hampir penuh dalam beberapa hari terakhir, puncak arus mudik diperkirakan dapat terjadi sekitar 18 Maret.
Di sisi lain, pihak bandara memastikan operasional penerbangan sejauh ini berjalan lancar tanpa adanya pengalihan penerbangan akibat cuaca selama periode posko mudik. Sebelumnya, memang sempat terjadi pengalihan penerbangan menuju Samarinda ke Bandara Sepinggan Balikpapan karena kondisi cuaca kurang mendukung.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca di Samarinda umumnya dipengaruhi kabut tebal pada pagi hari. Namun situasi biasanya mulai membaik setelah pukul 08.00 WITA sehingga penerbangan dapat kembali berjalan normal.
“Biasanya penerbangan pertama dari Surabaya yang paling berpotensi terdampak. Jika tidak memungkinkan mendarat, pesawat akan dialihkan sementara ke Balikpapan sambil menunggu cuaca membaik,” jelasnya.
Sebagai informasi, pelayanan di bandara dipastikan tetap berjalan normal seperti hari biasa. Meski demikian, maskapai diimbau menyiapkan personel secara optimal mengingat tingginya tingkat keterisian penumpang pada masa mudik tahun ini.
[RWT]
Related Posts
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding
- Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate
- Deforestasi Berau Tertinggi di Indonesia, Gamalis Sentil Perusahaan yang Hanya Ambil Hasil Hutan
- Misran Toni Bebas, LBH Samarinda Sebut Pembunuh Russel di Muara Kate Masih Berkeliaran









