Berau

Permintaan Sambungan Tak Sesuai Kapasitas Produksi, Tanjung Redeb Diprediksi Bakal Alami Krisis Air Bersih

Rizal — Kaltim Today 17 Juni 2023 14:21
Permintaan Sambungan Tak Sesuai Kapasitas Produksi, Tanjung Redeb Diprediksi Bakal Alami Krisis Air Bersih
Direktur Utama Perumda Air Minum Batiwakkal. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Berau - Tanjung Redeb di perkirakan akan mengalami krisis air bersih pada awal tahun 2024.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, Sabtu (17/6/2023).

Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan kapasitas produksi air bersih di perkotaan yang dikelola oleh Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, dari sekitar 600 liter per detik (l/d), diperkirakan hanya dapat melayani 33.000 pelanggan. 

"Ini berdasarkan kemampuan Perumda yang pada tahun 2017 masih bernama PDAM Tirta Segah melayani 18.000 pelanggan dengan kapasitas 327 l/d," jelasnya.

"Saat ini sudah melayani 32.000 pelanggan, dan sampai akhir tahun diharapkan bisa bertambah 4.000 pelanggan. Maka diperkirakan awal tahun 2024 Tanjung Redeb akan mengalami krisis air," sambungnya.

Saipul mengatakan, untuk mengatasi krisis air yang diakibatkan kekurangan kapasitas produksi ini, Dinas PUPR telah menyiapkan langkah alternatif yang bisa ditempuh, yakni dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Selain membangun SPAM di Singkuang, pihaknya sedang mengembangkan sistem pemetaan jaringan pipa dengan software QGIS. 

"Jaringan pipa kami peta kan dan di-overlay dengan google map sehingga mudahkan kami dalam distribusi dan monitoring jaringan pipa. Tujuannya agar pembagian tekanan air bisa merata ke seluruh titik distribusi air ke pelanggan," ujarnya.

Dengan dua langkah antisipasi ini, diharapkan wilayah perkotaan dapat terhindar dari krisis air bersih yang mengancam akibat tingginya permintaan penyambungan baru dan stagnannya kapasitas produksi. 

"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat," tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang (kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Radite Hari Soeryo menegaskan bahwa, pengolahan baru itu bertujuan untuk memenuhi kekurangan produksi air bersih, khususnya di perkotaan. Terkait hal itu, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM.

"Pembangunan baru itu mesti dilakukan, karena kondisi air baku yang ada tidak memadai. Maka tahun ini, kami berusaha untuk memulai pengolahan baru di kota maupun luar kota. Untuk wilayah perkotaan, SPAM akan dibangun di Singkuang. Anggarannya pun sudah disiapkan, yakni Rp 17 miliar," ungkapnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya