Kukar

Pisang Sale Produk Unggulan Desa Teluk Muda Alami Penurunan, Aladin: Virus Pisang Jadi Kendala

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Pisang rimpi atau sering disebut pisang sale merupakan salah satu produk unggulan Desa Teluk Muda, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar).

Puluhan tahun, beberapa masyarakat setempat memproduksi makanan ini secara rumah tangga. Bahan baku utamanya, yakni pisang awak pisang awak yang dipanggang, menghasilkan rasa khas tersendiri. Disatu sisi, bisa dibilang produk ini mulai langkah di pasaran.

Baca juga:  DPRD Kukar Target 24 Raperda Selesai Ditahun 2020

Hal ini tak luput dari perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Teluk Muda. Sebab, produksi pisang sale dari dulu adanya di desa ini. Sehingga kedepan turut berkomitmen untuk mengembangkan para pelaku UMKM pisang sale.

“Pisang sale ini merupakan produk unggulan dari Desa Teluk Muda, sehingga menjadi perhatian khusus agar jumlah produksinya terus ditingkatkan,” kata Kades Teluk Muda, Aladin.

Baca juga:  Pemprov Kaltim Anggarkan Rp 42 Miliar, Jalan Rusak Tenggarong Seberang-Sebulu-Muara Kaman Diperbaiki Tahun Ini

Dulu ucap Aladin, produk ini sebulannya bisa menghasilkan puluhan ton, jangkauan pemasarannya hingga ke luar daerah bahkan dijual sampai di Kalimantan Selatan. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah produksi terus mengalami penurunan.

Saat ini pemasaran hanya mencakup Kecamatan Kota Bangun dan sekitarnya. Dikarenakan warga yang membuat terbilang sedikit, yakni sekitar 5 orang saja. Salah satu penyebab jumlah produksi berkurang, karena bahan baku utama yakni pisang awak terbatas dan sulit didapatkan. Semenjak adanya virus pohon pisang.

Baca juga:  Anggota DPRD Kukar Terima Laporan Pungli di Kawasan Jembatan Tabang

“Kendala yang dihadapi pelaku UMKM mendapatkan bahan baku utama. Apalagi ada virus pisang, saat menebang pisang pertama itu masih bagus tapi mengambil kedua kalinya sudah rusak,” jelasnya.

Aladin pun cukup heran, pasalnya selain pisang awak tidak ada virus sama sekali. Misalnya, pisang moli ditebang beberapa kali tidak ada rusak sedangkan pisang awak baru mengambil kedua kalinya sudah rusak dan tidak bisa digunakan.

Baca juga:  Momentum Pelantikan Bupati, Aliansi Mahasiswa Peduli Kukar Gelar Aksi Segera Tunaikan Janji Kampanye

Dia sudah beberapa kali menanyakan permasalahan ini kepada dinas terkait, apakah ada obatnya. Namun sejauh ini belum ada.

Aladin berharap, dinas terkait bisa menyelesaikan persoalan penyakit pisang, selama ini masyarakat susah mendapatkan bahan tersebut. Bahkan mereka bersusah payah mencari hingga di kecamatan lain untuk terus memproduksi.

Baca juga:  Meski Pandemi Covid-19, Pemkab Kukar Mampu Pertahankan Produksi Padi

“Jika pemerintah bisa mengatasi ini secara otomatis bisa produk unggulan bisa meningkat,” imbuhnya.

Jika kedepan kendala yang dihadapi dapat diatasi, tidak menutup kemungkinan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan difokuskan mengembangkan pisang sale. Supaya hasil olahan masyarakat bisa dikelola dan dipasarkan dengan baik. Tentunya bisa menjamin keberlangsungan produksi makanan asal Desa Teluk Muda .

[SUP | NON | ADV DISKOMINFO KUKAR]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close