DISKOMINFO BONTANG

Pj Sekda Apresiasi Munaqosah SD IT Yabis, Hasilkan Generasi Cinta Al-Qur’an

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 11 April 2026 14:06
Pj Sekda Apresiasi Munaqosah SD IT Yabis, Hasilkan Generasi Cinta Al-Qur’an
Pj Sekda Bontang, Akhmad Suharto saat memberikan sambutan (Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Sekolah Dasar Islam Terpadu Yayasan Baitul Islam (SD IT Yabis) Bontang memunaqosahkan 230 muridnya dalam Khatmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan ke-13 di Hotel Grand Mutiara.

Adapun dari 230 peserta munaqosah, tidak semuanya dapat naik ke panggung kehormatan karena keterbatasan ruangan. Dari keseluruhan murid, terdiri dari 64 peserta tartil, 59 peserta tahfidz dan 11 peserta turjuman atau pemahaman.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bontang, Akhmad Suharto, mengatakan bahwa jumlah tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan program yang berangkat dari proses panjang, kesabaran, dan ketekunan. 

"Penggunaan Metode Ummi yang menitikberatkan pada ketepatan tartil, tajwid, serta kekuatan hafalan telah terbukti melahirkan generasi yang tidak hanya bisa membaca Al-Qur'an, tetapi juga membacanya dengan tartil dan penuh pemahaman," katanya, Sabtu (11/4/2026)

Dirinya juga mengapresiasi orang tua dan guru-guru SD IT Yabis, karena keberhasilan anak-anak hari ini adalah buah dari doa yang tak pernah putus di sepertiga malam, serta wujud kolaborasi yang luar biasa.

"Harta yang paling berharga bagi orang tua bukanlah emas atau permata, melainkan anak-anak saleh dan salehah yang kelak akan menyematkan mahkota kemuliaan di akhirat," ucapnya.

Suharto menegaskan bahwa SD IT Yabis telah menerapkan pendidikan karaktee yang berlandaskan nilai-nilai islam selaras dengan komitmen Pemkot Bontang selama ini.

"Sangat selaras dengan visi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Pemkot juga menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama melalui program Bontang Pintar," paparnya.

Lebih lanjut ia menyatakan pemerintah terus memastikan perluasan akses pendidikan yang berkeadilan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu menganggarkan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa di sekolah negeri maupun swasta.

Ia menyadari bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur'an tidak lepas dari jasa guru agama. Maka dengan itu, pemkot mengalokasikan anggaran insentif bagi sekitar 2.000 mubaligh agama dan guru ngaji dengan besaran Rp2 juta per bulan

"Meskipun kondisi keuangan kita saat ini sedang terkoreksi dari tahun lalu sekitar Rp3 triliun menjadi Rp2,09 triliun. pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan insentif bagi guru-guru agama," tuturnya.

Dirinya berharap seluruh peserta munaqosah  untuk terus belajar memperdalam ilmu Al-Qur'an. Baginya, khatam bukan berarti selesai atau berhenti membaca. Justru merupakan momen untuk semakin mencintai Al-Qur'an.

"Jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dan baca setiap hari. Pahami maknanya dan yang paling penting, amalkan akhlak Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

[ADV DISKOMINFO BONTANG]



Berita Lainnya