Kutim

Sah, UMK Kutim 2022 Jadi Rp3.1 Juta

Kaltimtoday.co, Sangatta – Dewan Pengupahan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah menyepakati nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kutim untuk 2022. 

Sama seperti pada 2021, UMK Kutim 2022 memiliki nilai lebih tinggi dari pada Upah Minimum yang ditetapkan Dewan Pengupahan Provinsi Kalimantan Timur. 

Baca juga:  DPRD Gelar Rapat Paripurna, Tetapkan Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang Bupati-Wakil Bupati Kutim Terpilih

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutim, Sudirman Latif saat ditemui di Kantor Bupati, Kawasan Bukit Pelangi Kabupaten Kutai Timur. 

“Jadi sama seperti 2021 kemarin, UMK kami agak di atas dari Upah Minimum Provinsi ya,” ujarnya, Kamis (25/11/2021). 

Sesuai dengan kesepakatan, UMK Kutim 2022 mendapat kenaikan sebesar Rp 35.443 atau persentasenya sebesar 1,86 persen dari UMK tahun sebelumnya. 

Baca juga:  Kemenkominfo Beri Bantuan, Kutim Kebut Program Merdeka Sinyal

Sudirman menjelaskan, formulasi yang dibuat Pemkab dalam menentukan UMK Kutim berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021. 

Selain itu, dimasukkan pula presentasi inflasi provinsi Kaltim yakni 1,86 persen sehingga ditetapkan UMK Kutim 2022 sebesar Rp 3.175.443. 

“Nah, kemudian formulasi yang dipakai itu acuannya di Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 dan kami memasukkan lagi inflasi daerah ke sana akhirnya kita temukan formula seperti ini,” ujarnya. 

Baca juga:  Kutim Komitmen Sawit Berkelanjutan

Diakui Sudirman Latief, pihaknya bersama Dewan Pengupahan hanya merapatkan nilai UMK 2022 selama satu kali dan langsung mendapat persetujuan. 

Rapat berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti sehingga hasil UMK Kutim 2022 dapat langsung ditandatangani Bupati usai ditetapkan. 

“Alhamdulillah kami rapat satu kali saja. rapat sekali lalu menemukan formula ini, makanya kami agak enjoy tidak ada gejolak berarti di daerah ini,” tandasnya. 

[EL | NON | ADV DISKOMINFO KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker