Gaya Hidup

Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Awal Kanker Mulut

Kaltim Today
25 April 2026 15:56
Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Awal Kanker Mulut
Ilustrasi pemeriksaan gigi. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Jangan sepelekan sariawan yang menetap dalam waktu lama. Kanker mulut jenis karsinoma sel skuamosa (OSCC) sering kali muncul tanpa gejala yang mencolok pada fase awal, namun dapat berakibat fatal jika terlambat ditangani.

Penyakit ini merupakan bentuk kanker kepala dan leher yang paling umum ditemukan, terutama pada individu berusia 60 tahun ke atas. Melansir Times of India, kanker mulut dapat menyerang area vital seperti bibir, lidah, langit-langit mulut, hingga amandel dan tenggorokan.

Deteksi dini adalah kunci utama keberhasilan pengobatan. Perubahan kecil yang bersifat menetap di dalam rongga mulut harus segera diperiksakan ke tenaga medis profesional untuk menghindari komplikasi yang lebih berat.

Salah satu tanda yang paling sering terabaikan adalah sariawan yang tidak kunjung sembuh setelah dua hingga tiga minggu. Berbeda dengan sariawan biasa, luka akibat kanker mulut sering kali tidak menimbulkan rasa sakit yang hebat di awal, sehingga pasien cenderung merasa lengah.

Selain sariawan, munculnya bercak putih atau merah yang tidak beraturan di area mulut juga patut diwaspadai. Bercak ini biasanya tidak mengganggu aktivitas makan, sehingga sering kali baru ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan gigi rutin.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya ketidaknyamanan saat mengunyah atau menelan. Awalnya, pasien mungkin hanya merasa ada makanan yang tersangkut atau iritasi ringan di tenggorokan, namun seiring waktu gejala ini akan semakin nyata.

Kanker mulut juga bisa ditandai dengan sensasi mati rasa, benjolan kecil, hingga perubahan suara menjadi serak yang terus-menerus. Gejala lain seperti gigi goyang secara mendadak atau bau mulut kronis juga memerlukan pemeriksaan segera.

Untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai pencegahan dan edukasi kesehatan mulut, masyarakat dapat mengakses laman poltekkesmesuji.org. Melalui rujukan yang tepat, faktor risiko dapat dikendalikan sejak dini.

Pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat disarankan untuk mendeteksi kelainan atau lesi prakanker yang sulit dilihat secara mandiri. Dengan mengubah kebiasaan buruk dan rutin melakukan skrining, risiko kanker mulut dapat ditekan secara signifikan.

[TOS]



Berita Lainnya