Nasional
Sistem Proteksi Dipertanyakan, Pengamat Desak Investigasi Menyeluruh Blackout Sumatera
Kaltimtoday.co - Peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda wilayah Sumatera dinilai memerlukan penelusuran lebih lanjut. Evaluasi mendalam ini khususnya menyasar kinerja sistem proteksi jaringan listrik milik PT PLN (Persero) yang diduga belum mampu mencegah meluasnya efek domino gangguan.
Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan penjelasan awal dari PLN mengenai faktor cuaca buruk pada ruas transmisi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai tetap perlu diterima sebagai keterangan resmi. Namun, ia menilai masih ada sejumlah aspek teknis krusial yang perlu dijabarkan secara rinci ke publik.
“Saya juga mempertanyakan kalau misalnya terjadi gangguan itu kok bisa sampai seluruh sistem Sumatera bagian utara dan sebagian di bagian selatan itu terjadinya pemadaman,” kata Fabby saat memberikan analisisnya pada Sabtu (23/5/2026).
Fabby menyoroti pentingnya audit teknologi terhadap sistem proteksi jaringan kelistrikan. Secara teori, perangkat proteksi tersebut seharusnya mampu mendeteksi adanya malafungsi secara cepat, kemudian langsung mengisolasi bagian yang terdampak agar kerusakan tidak merambat ke interkoneksi sistem yang lebih luas.
“Kenapa sistem proteksi tidak bekerja? Apa yang menyebabkan sistem proteksi tidak bekerja?” ujar Fabby mempertanyakan keandalan alat pemutus arus otomatis tersebut.
Menurut Fabby, dalam kondisi ideal, sistem proteksi dirancang untuk bekerja dalam hitungan milidetik (millisecond) saja guna mengamankan titik sirkuit yang bermasalah. Respons super cepat ini memegang peranan kunci agar pasokan setrum di jaringan lain yang sehat tetap terjaga.
“Dalam waktu sekian millisecond, dia mendeteksi adanya gangguan, lalu diisolasi masalahnya sehingga sistem lain tidak terganggu,” katanya menjelaskan prinsip kerja komponen pengaman gardu.
Berdasarkan indikasi awal, gangguan disinyalir terjadi pada konduktor transmisi 275 kV Sungai Rumbai–Muara Bungo. Masalah pada transmisi utama inilah yang kemudian memicu pemadaman berantai di wilayah Sumatera bagian utara, barat, dan tengah sekitar pukul 18.44 WIB.
“Penyebab langsung dari pemadaman tersebut atau blackout itu kemungkinan adalah terputusnya atau adanya gangguan konduktor transmisi 275 kV Sungai Rumbai–Muara Bungo,” ucap Fabby.
Meski manajemen PLN menduga sambaran petir atau faktor cuaca ekstrem sebagai pemicu awal, IESR menilai hal tersebut harus dibuktikan melalui investigasi independen yang menyeluruh. Pemeriksaan wajib mencakup potensi kerusakan perangkat fisik, kelebihan beban (overload), hingga kemungkinan kegagalan skema pertahanan sistem (defense system).
Dalam dunia teknik kelistrikan, terdapat prinsip regulasi keandalan pasokan yang mengharuskan aliran daya listrik tetap berjalan melalui jalur alternatif ketika satu jalur utama mengalami kendala atau terputus.
“Di sistem kelistrikan itu sudah ada syarat-syarat untuk menjamin keandalan dan keamanan pasokan listrik,” kata Fabby menekankan aspek mitigasi risiko.
Menurutnya, sistem transmisi antarprovinsi idealnya memiliki konfigurasi jalur alternatif (redundancy) sehingga gangguan di satu koridor tidak langsung melumpuhkan seluruh pulau. Ia mencontohkan keandalan sistem interkoneksi di Pulau Jawa yang memiliki dua jalur pasokan utama di pesisir utara dan selatan.
“Kalau kita lihat di Jawa, di Jawa ini ada dua jalur. Jalurnya itu di utara 150 kV, di selatan itu 500 kV jaringan transmisinya,” tutur Fabby membandingkan infrastruktur kelistrikan antarwilayah.
Oleh sebab itu, Fabby menegaskan bahwa proses investigasi oleh pemerintah tidak boleh berhenti pada pencarian penyebab awal di titik kerusakan saja. Tim investigator harus mampu menelusuri seluruh rangkaian kronologi di ruang kendali pusat hingga menemukan alasan mengapa dampak pemadaman bisa meluas sedemikian masif.
[RWT]
Related Posts
- Amankan Aset Negara, PLN UIP KLT Tuntaskan Sertifikasi Lahan GI 150 kV Bontang Lestari
- PLN UIP KLT Dukung Pembinaan PHBS Warga Gunung Bahagia Balikpapan
- Sambut Iduladha 1447 H, PLN UIP KLT Salurkan Sembilan Hewan Kurban untuk Warga dan Pesantren
- Gelar Groundbreaking, PLTA Batoq Kelo 300 MW Siap Pasok Energi Bersih di Kaltim
- PLN Gelar Musyawarah Ganti Rugi Lahan Tower SUTT di Samboja Barat







