Gaya Hidup
Suka Kretek Punggung? Perhatikan Efek Samping dan Bahayanya
Kaltimtoday.co - Kretek punggung kini menjadi tren yang digemari banyak orang untuk mengatasi pegal-pegal dan rasa tidak nyaman di area belakang tubuh. Teknik ini memberikan sensasi kelegaan instan yang khas, terutama sesaat setelah tulang belakang mengeluarkan bunyi krek... krek...
Meski terasa melegakan dan membuat tubuh terasa lebih ringan, aktivitas kretek punggung ternyata menyimpan risiko tersembunyi yang dapat membahayakan kesehatan jika dilakukan sembarangan. Efek samping dari tindakan yang keliru bisa berkisar dari cedera pada tulang belakang hingga kerusakan ligamen.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami prosedur yang aman serta berkonsultasi dengan ahli atau terapis profesional guna memastikan teknik yang digunakan sudah tepat dan bebas dari risiko cedera.
Apakah Aman Melakukan Kretek Punggung?
Dalam dunia medis, tindakan memanipulasi atau mengkretek tulang belakang dikenal dengan istilah terapi chiropractic. Melansir data dari Mayo Clinic, prosedur ini idealnya dilakukan oleh seorang ahli chiropractic (chiropractor) berlisensi dengan menggunakan tangan atau bantuan alat khusus untuk memberikan tekanan mendadak namun terkontrol pada sendi tulang belakang.
Tujuan utama dari manipulasi ini adalah memperbaiki mobilitas atau pergerakan tulang belakang serta mengoptimalkan kembali fungsi fisik tubuh yang kaku.
Berdasarkan laporan dari Effective Integrative Healthcare, terapi chiropractic yang ditangani langsung oleh praktisi berpengalaman terbukti memberikan manfaat yang signifikan dengan efek samping yang sangat minim. Hal senada juga diungkapkan oleh Lana Barhum dalam artikel "The Safety of Chiropractic Adjustments" di Verywell Health, yang menegaskan bahwa perawatan ini aman untuk mengatasi beberapa gangguan muskuloskeletal, asalkan dilakukan oleh tenaga terlatih.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa terapi manipulasi tulang ini sangat tidak direkomendasikan bagi individu yang memiliki kondisi medis berikut:
- Penderita osteoporosis (pengeroposan tulang).
- Mengidap kelainan atau kanker tulang belakang.
- Memiliki peningkatan risiko stroke.
- Mengalami masalah kronis pada struktur tulang leher.
- Kondisi darurat lain yang membutuhkan tindakan pembedahan.
Ragam Efek Samping yang Wajib Diwaspadai
Manfaat terapi chiropractic memang sudah diakui secara luas, terutama dalam meredakan nyeri punggung bawah, sakit kepala berulang, hingga nyeri leher kronis. Meski demikian, tindakan ini tetap memiliki efek samping yang terbagi menjadi dua kategori:
1. Efek Samping Sementara (Ringan hingga Sedang)
Publikasi ilmiah bertajuk "Spinal Manipulation: What You Need To Know" yang dirilis oleh National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyebutkan bahwa efek samping ringan sering kali muncul pasca-terapi. Keluhan tersebut meliputi peningkatan rasa mulas, kekakuan otot, rasa tidak nyaman pada sendi, hingga pusing ringan. Sebagian besar reaksi tubuh ini bersifat sementara dan akan mereda dengan sendirinya dalam kurun waktu 24 jam.
2. Efek Samping Serius (Jarang Terjadi)
Dalam beberapa kasus yang jarang terdokumentasikan, kesalahan teknik manipulasi dapat memicu komplikasi fatal. Bahaya tersebut meliputi kerusakan saraf tulang belakang, diseksi (robekan) arteri di leher, hingga stroke. Risiko bahaya ini akan melonjak drastis jika pasien sudah memiliki riwayat penyakit bawaan yang mengganggu kekuatan sendi dan pembuluh darah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh melalui [terapi chiropractic] yang aman.
Cara Melakukan Kretek Punggung yang Benar dan Aman
Melansir ulasan medis dari Medical News Today, langkah paling mendasar sebelum menjalani terapi ini adalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis penanggung jawab Anda. Skrining awal ini sangat krusial, terlebih jika terapi melibatkan area sensitif seperti tulang leher, guna memastikan Anda tidak memiliki kontraindikasi medis yang dapat memicu cedera fatal.
Apabila Anda merasakan nyeri yang menusuk secara mendadak atau sakit kepala hebat di tengah-tengah sesi terapi, segera minta terapis untuk menghentikan tindakan dan cari bantuan medis darurat. Gejala tersebut bisa menjadi indikator terjadinya cedera pembuluh darah serius yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti Magnetic Resonance Angiography (MRA).
Sebagai panduan sebelum Anda memilih klinik atau ahli chiropractor, NCCIH menyarankan untuk memperhatikan beberapa hal penting berikut:
- Pastikan untuk menanyakan latar belakang pendidikan formal, sertifikasi, serta izin praktik resmi dari ahli chiropractic tersebut.
- Sampaikan secara transparan mengenai seluruh riwayat kesehatan Anda, termasuk penyakit kronis atau cedera masa lalu yang pernah dialami.
- Tanyakan apakah chiropractor tersebut memiliki spesialisasi atau pengalaman khusus dalam menangani keluhan yang serupa dengan kondisi Anda.
- Cari tahu secara detail mengenai estimasi jumlah sesi terapi yang dibutuhkan beserta rincian biaya yang diperlukan.
Informasikan jenis obat-obatan harian atau suplemen yang sedang Anda konsumsi untuk menghindari risiko interaksi klinis yang merugikan tubuh.
Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-kualakurun.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.
Related Posts
- Jadwal Bioskop Trans TV 25-31 Mei 2026: Ada Spesial Iduladha The Message hingga Edge of Tomorrow
- Diduga Distorsi Sejarah, Petisi Boikot Drakor Perfect Crown yang Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok Tembus Puluhan Ribu
- Soroti Pelarangan Film Pesta Babi, Amnesty International Indonesia Sebut Bentuk Pembungkaman Kritik Papua
- Rekomendasi Drakor dengan Karakter Cowok Green Flag yang Sukses Sembuhkan Trauma
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi









