Daerah

Temuan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Kaltim Bidik Jatah PI 10 Persen

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 25 April 2026 15:51
Temuan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Kaltim Bidik Jatah PI 10 Persen
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia beberapa hari lalu menyampaikan penemuan cadangan gas raksasa di Sumur Geliga, Wilayah Kerja Ganal di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur (Kaltim). Meski secara kewenangan dari pusat, Dinas ESDM Kaltim tetap menginginkan Participating Interest (PI) untuk pengelolaan temuan gas tersebut.

Penemuan ini memiliki potensi sumber daya gas sekitar triliunan kaki kubik (Tcf) serta ratusan juta barel kondensat.

"Di Blok Geliga itu sekitar 5 triliun kaki kubik gas, kemudian di Blok Gula sekitar 2 triliun kaki kubik gas. Selain itu, di dua blok tersebut juga ditemukan sekitar 375 juta barel kondensat," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto pada Sabtu (25/04/2026).

Bambang menilai, temuan cadangan gas raksasa itu adalah hal yang luar biasa, apalagi Indonesia khususnya Kalimantan Timur, saat ini juga mengalami tantangan terhadap kedaulatan energi ke depannya.

"Tapi memang perlu dipahami, lokasi temuan ini berada di atas 12 mil laut, jadi secara kewenangan itu bukan sepenuhnya milik Provinsi Kalimantan Timur," tuturnya.

Namun demikian, pihaknya tetap berharap Kalimantan Timur bisa mendapatkan participating interest (PI) sebesar 10 persen. Apalagi kalau dilihat, seluruh infrastruktur itu arahnya ke Kalimantan Timur, jalurnya juga banyak yang melalui wilayah Kaltim. 

"Jadi itu juga menjadi dasar kenapa kita berharap ada keterlibatan daerah melalui PI," tambahnya.

Ia menambahkan, sudah ada penawaran dari SKK Migas untuk PI Kaltim sendiri. Terlebih, dua blok yang dimaksud masuk dalam Wilayah Kerja (WK) Ganal, sebuah area eksplorasi migas strategis yang baru-baru ini mencatatkan temuan gas raksasa tersebut.

"Blok Geliga dan Blok Gula ini memang ada di WK Ganal. Saat ini masih dalam proses pembahasan," imbuhnya.

Sebagai informasi, cadangan gas raksasa baru itu ditemukan oleh perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Italia ENI.

[RWT]



Berita Lainnya