Ekonomi dan Bisnis

Tepis Sentimen Negatif, Menkeu Purbaya Sebut JPMorgan hingga S&P Nilai Ekonomi RI Solid

Kaltim Today
25 April 2026 15:51
Tepis Sentimen Negatif, Menkeu Purbaya Sebut JPMorgan hingga S&P Nilai Ekonomi RI Solid
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers mengenai stabilitas ekonomi nasional di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Kaltimtoday.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam jalur yang positif. Penilaian tersebut mengacu pada laporan sejumlah lembaga pemeringkat dan institusi keuangan global seperti JPMorgan, Asian Development Bank (ADB), dan S&P Global.

Purbaya menyampaikan, penilaian positif dari institusi internasional tersebut bersifat independen dan didasarkan pada data faktual. Menurutnya, kondisi riil ekonomi nasional jauh lebih baik dibandingkan sentimen negatif atau kegaduhan (noise) yang belakangan berkembang di masyarakat.

“Banyak noise yang menimbulkan sentimen negatif di mana-mana. Padahal lembaga dunia yang paling canggih sudah bilang bagus. JPMorgan, ADB, S&P juga enggak komplain banyak,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Pemerintah telah melakukan pertemuan intensif dengan para investor global untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi nasional secara komprehensif. Upaya tersebut diklaim berhasil memberikan keyakinan baru bagi investor asing mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Meski demikian, Menkeu mengakui masih ada beberapa catatan yang menjadi "pekerjaan rumah" bagi pemerintah. Salah satu perhatian utama lembaga dunia adalah terkait rasio pembayaran bunga (interest payment) terhadap pendapatan negara.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Keuangan fokus memperkuat sektor perpajakan guna menjaga kesehatan postur fiskal. Peningkatan penerimaan pajak dinilai menjadi solusi kunci untuk menyeimbangkan beban pembayaran bunga utang.

“Makanya kita perbaiki pajaknya. Karena pembaginya adalah income dari pajak. Saya akan perkuat perpajakannya,” tegas Purbaya.

Penguatan struktur penerimaan negara ini diharapkan dapat membuat APBN lebih fleksibel dan tangguh dalam merespons dinamika ekonomi global. Pemerintah berkomitmen terus menjaga transparansi data agar kepercayaan lembaga dunia tetap terjaga.

[TOS]



Berita Lainnya