Kaltim

Terima Kunjungan ABI Literasi Kaltim, Hadi Mulyadi Harap Makin Banyak Penulis Sastra yang Berkarya

Kaltimtoday.co, Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi menerima kunjungan ABI Literasi Kaltim yang dipimpin Muthi Masfu’ah di Rumah Jabatan Wagub Kaltim, Jalan Milono, Samarinda, Kamis (9/7/2020).

Dalam pertemuan ini, Wagub Hadi Mulyadi berkenan membubuhkan tanda tangan sekaligus kata motivasi pada dua pigura ABI Literasi Kaltim. Pigura bertema Gemuruh Rindu (diberi tulisan Terus Berkarya untuk Indonesia) dan Bontang, The Magical City (dituliskan Terima Kasih Atas Karyanya untuk Indonesia).

Baca juga:  Gubernur Kaltim Lantik 13 Pejabat Eselon II

Muthi’ Masfu’ah selaku Koordinator ABI Literasi Kaltim menjelaskan, kunjungan selain silaturahim, juga rencana me-launching buku Gemuruh Rindu merupakan goresan pejuang ABI Literasi Kaltim yang berisikan kumpulan puisi-puisi tentang negeri dan kepedulian terhadap bangsa Indonesia dalam bahasa sastra.

“Tidak mungkin kami launching secara besar, sebab kondisi Covid-19. Jadi, langsung saja kami silaturahmi ke bapak Wagub,” kata Muthi’ Masfu’ah.

Wagub Hadi Mulyadi membubuhkan tanda tangan sekaligus kata motivasi pada dua pigura ABI Literasi Kaltim. (Foto: Masdiansyah)

Penulis yang juga pimpinan TK Salsabila Bontang ini mengakui, buku Gemuruh Rindu selain berisikan puisi dan kepedulian tentang negeri, juga memotivasi pembacanya lebih mencintai dan mengenal Allah.

Wagub Hadi Mulyadi sangat mengapresiasi buku Gemuruh Rindu dan berharap banyak penulis karya sastra Kaltim yang mau berkarya dan menulis tentang berbagai hal untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan keagamaan.

Baca juga:  Hari Ketiga Penertiban SKM, Sekda Kembali Turun Lakukan Persuasif

“Menulis buku harus berisikan gagasan baru dan memotivasi. Sehingga sangat memberi manfaat bagi pembacanya. Bukan sekedar kumpulan bacaan atau pun saduran,” jelas Wagub Hadi.

Diungkap Wagub, dirinya sudah terbiasa membaca buku-buku agama tentang ketuhanan sejak SMP, membaca buku sastra sejak SMA serta membaca buku-buku filsafat di saat kuliah.

“Akhirnya, hasil bacaan bisa saya bawa untuk ceramah. Juga, menulis beberapa buku puisi dan pengalaman sendiri. Ada enam buku saya tulis dan satu masih proses,” sebut Hadi Mulyadi.

[HUMAS PEMPROV KALTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close