Daerah

Terjebak Modus Pembaruan Data Haji “Klik IKD”, Perempuan di Kukar Kehilangan Uang Ratusan Juta

Supri Yadha — Kaltim Today 11 Februari 2026 19:41
Terjebak Modus Pembaruan Data Haji “Klik IKD”, Perempuan di Kukar Kehilangan Uang Ratusan Juta
Ilustrasi. (Freepik)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Seorang perempuan berusia 50 tahun di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi korban penipuan daring setelah mengklik aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikirim melalui pesan WhatsApp oleh seseorang yang mengaku sebagai staf pelayanan haji, Jumat (6/2/2026). Dalam waktu kurang dari tiga jam, uang sekitar Rp120 juta miliknya raib.

Peristiwa bermula ketika korban menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menyebut dirinya sebagai petugas pelayanan haji. Pengirim pesan membahas pembaruan data haji dan bahkan menyebut nama lengkap korban. Karena merasa memang terdaftar sebagai calon jemaah haji, korban pun merespons dan bersedia dihubungi melalui panggilan WhatsApp.

Tak lama berselang, pelaku mengirimkan sebuah tautan aplikasi yang disebut sebagai IKD dan meminta korban untuk membukanya. Setelah itu, pelaku mulai menggali informasi dengan menanyakan jumlah rekening yang dimiliki korban, dengan dalih keperluan pendataan haji. Tanpa curiga, korban menyebut memiliki rekening di Bankaltimtara dan Bank BNI.

“Dari situ, pelaku mulai mengarahkan terus. Awalnya ibu disuruh transfer untuk biaya materai Rp12 ribu. Ibu transfer dari Bank Kaltimtara, Setelah itu, dari Bank Kaltimtara terambil sekitar Rp9 juta, beberapa kali transaksi sampai akhirnya kosong,” kata anak korban yang enggan disebutkan namanya kepada Kaltimtoday.co, Rabu (11/2/2026).

Setelah rekening Bankaltimtara terkuras, pelaku kembali meminta korban mentransfer Rp20 juta dari rekening BNI ke Bankaltimtara. Korban yang belum menyadari uangnya telah hilang, mengikuti instruksi tersebut dengan membuka aplikasi mobile banking BNI.

Dari situlah pelaku diduga mulai menguasai ponsel korban. Mereka dapat mengakses PIN, kata sandi, hingga melakukan transaksi secara leluasa. Ponsel korban bahkan tidak dapat digerakkan meski dalam keadaan menyala, diduga setelah klik aplikasi IKD palsu itu.

“Karena sudah tahu PIN dan password, pelaku langsung mentransfer sendiri ke rekening lain. Akhirnya rekening BNI juga dikosongkan,” sambungnya dengan nada sedih.

Tak berhenti di situ, pelaku juga mengarahkan korban untuk membuat akun bank digital Allobank. Awalnya korban menolak karena tidak memahami proses pendaftaran daring. Namun pelaku meyakinkan akan memandu langkah demi langkah hingga akun tersebut berhasil dibuat.

Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk memindahkan dana dari rekening BNI ke akun Allobank atas nama korban. Selanjutnya, dana tersebut ditransfer lagi ke sejumlah rekening berbeda yang diduga milik pelaku.

Aksi penipuan itu berlangsung sejak pukul 12.00 Wita hingga 14.30 Wita. Korban baru menyadari kejadian tersebut sekitar pukul 15.30 Wita.

“Kejadian dari pukul 12.00–14.30 Wita. Ibu saya baru sadar sekitar pukul 15.30 Wita, dan saat itu benar-benar tidak sadar seperti terhipnotis. Sebenarnya di dalam hati ingin tidak melayani, tapi seperti tidak bisa menolak,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya