PEMKAB BERAU

Timbunan Sampah Berau Capai 54 Ribu Ton Setahun, Gamalis Dorong Pengelolaan Berbasis Ekonomi

Kaltim Today
01 November 2026 09:06
Timbunan Sampah Berau Capai 54 Ribu Ton Setahun, Gamalis Dorong Pengelolaan Berbasis Ekonomi
Wabup Berau Gamalis saat menghadiri seminar pengelolaan sampah di Tanjung Redeb, Sabtu (31/10/2026).

BERAU, Kaltimtoday.co - Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan pentingnya mengubah paradigma pengelolaan sampah dari pola lama menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam seminar bertema "Sampah Bernilai, Wisata Lestari" pada penutupan kegiatan 73 Tahun Berau dalam Gambar, Sabtu (31/10/2026).

Acara tersebut turut menghadirkan Ketua RT 8 Kelurahan Karang Ambun Noviliana yang sukses mengelola bank sampah lokal, serta petugas bidang pariwisata bahari WWF Fatimah Ramadhanty Rahmat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024, timbunan sampah di Kabupaten Berau mencapai 54.568,41 ton per tahun.

Gamalis menilai besarnya angka timbunan sampah tersebut harus menjadi peringatan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah penanganan yang konkret.

"Sampah ini bukan lagi sesuatu yang saya kira adalah hal yang perlu kita buang, tetapi hari ini sampah sudah dapat menjadi bagian dari sumber daya, yang bermanfaat untuk sosial, ekonomi, dan lingkungan," kata Gamalis.

Jika dikalkulasikan secara harian, timbunan sampah di Kabupaten Berau rata-rata mencapai 149,5 ton per hari sehingga memerlukan penanganan terpadu dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Gamalis memberikan apresiasi atas inisiatif warga RT 8 Karang Ambun yang mampu mengolah sampah menjadi produk ekonomis seperti gantungan kunci dan aksesori.

"Apa yang telah diolah oleh Karang Ambun merupakan sesuatu yang saya kira menggambarkan jika sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai," kata Gamalis.

Kendati demikian, Gamalis menyampaikan bahwa pemerintah daerah hingga tingkat RT masih dihadapkan pada tiga tantangan utama dalam penanganan sampah di Kabupaten Berau.

Tantangan pertama berkaitan dengan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada prinsip tradisional, yakni mengambil, mengangkut, dan membuang sampah begitu saja.

Tantangan kedua terletak pada kondisi geografis kawasan wisata Berau, di mana sampah yang mencemari area tersebut juga merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut luar.

Sementara itu, tantangan ketiga yang tidak kalah krusial adalah ketersediaan sarana dan infrastruktur pendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal.

"Pola pikir masyarakat saat ini masih berkutat pada ambil, angkut, buang. Kemudian letak geografis wisata yang di mana sampah tak hanya datang secara lokal tapi juga kiriman dari laut, kemudian terakhir adalah infrastruktur," ujar Gamalis.

[TOS | ADV PEMKAB BERAU]



Berita Lainnya