Kutim

Tingkatkan Skill, Puluhan Barista Ikuti Kompetisi Latte Art

Kaltimtoday.co, Sangatta – Sekitar 25 orang barista menjadi peserta kompetisi Latte Art dalam Latte Art Throwdown yang diselenggarakan Kopi Kai, salah satu cafe yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kutai Timur, Minggu (11/10/2020).

Owner Kopi Kai, Andi Afief Pangkelareng mengatakan bahwa, peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut tak hanya berasal dari barista coffee shop yang ada di Sangatta namun juga ada yang datang dari Bontang bahkan Samarinda.

Baca juga:  Angkut Sabu Siap Edar di Manubar, Lanal Sangatta Amankan KM Cahaya Berkah 77 Asal Sulteng

“Kompetisi Latte Art ini merupakan acara yang pertama kali digelar sekaligus sebagai bentuk peringatan hari kopi sedunia yang dirayakan setiap 1 Oktober,” ujar pria yang disapa Afief tersebut.

Sementara Arie Indra, salah satu juri dalam kompetisi Latte Art menerangkan, dalam kompetisi Latte Art tersebut penilaian akan dititikberatkan pada penampilan dan kemahiran peserta dalam melukis di atas kopi.

“Latte Art ini lebih kepada seni dan keterampilan peserta membuat karya di atas kopi. Untuk melakukan ini memang butuh keahlian khusus,” ujarnya.

Ketiga juri memberikan penilaian terhadap hasil karya peserta latte art. (Ramlah/Kaltimtoday.co)

Arie Indra yang seorang barista dan pemenang Latte Art BBC 2019 juga tampil untuk mendemonstrasikan kemahirannya dalam membuat Latte Art dengan beragam pola yang cantik seperti love, kelinci, rosetta.

Arie menjelaskan, Latte art tidak hanya berbicara soal seni dari tampilan, tetapi bagaimana seorang barista dapat menghasilkan tampilan tersebut dari tekstur foam kopi yang lembut serta menghasilkan perpaduan yang sempurna antara kopi dan susu.

“Untuk menghasilkan kopi art yang baik, tentu saja susu yang digunakan telah melalui serangkaian proses seperti steamer atau frother dan membentuk microfoam atau disebut dengan denaturasi. Susu inilah yang digunakan oleh barista untuk dituangkan ke dalam espresso,” papar Arie.

Dalam menghasilkan kopi yang memiliki nilai seni tinggi, katanya, seorang barista harus kreatif.

“Terlebih lagi, untuk membuat latte art ini,” sebut Arie.

Baca juga:  Wakil Rakyat di Kutim Akui Tolak Omnibus Law, Arfan dan Basti Nyatakan Siap Dipecat

Dengan adanya even ini, lanjutnya, kualitas seorang barista akan benar-benar teruji.

“Terlebih lagi nanti, akan ada sertifikasinya, dan kualitas seorang barista akan memiliki nilai jual jika bekerja pada sebuah cafe. Apalagi tren cafe di masa mendatang semakin menjamur. Jadi menjanjikan profesi barista ini,” ucapnya.

Dalam kompetisi Latte Art menggunakan sistem gugur. Kompetisi itu dijuri oleh tiga orang. Mereka adalah Andi Afief Pangkelareng selaku Owner Kopi Kai, Arie Indra seorang barista dan pemenang Latte Art BBC 2019 dan Ari Wibowo selaku Owner of Eza Supply.

[El | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close