Daerah
TPS Bantuas Tanpa Atap Dikeluhkan Warga, DLH Samarinda Sebut Pembangunan Belum Rampung
Kaltimtoday.co, Samarinda - Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran kini menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. Melalui unggahan di media sosial, warga mengeluhkan kondisi fisik bangunan yang dinilai setengah jadi lantaran berdiri tanpa atap maupun dinding penutup.
Kondisi ini memicu kekecewaan karena dianggap berbanding terbalik dengan fasilitas serupa di sejumlah kawasan di pusat kota yang dibangun secara sempurna. Berdasarkan pantauan Redaksi Kaltim Today, banyak warga justru memilih membuang sampah di pinggir jalan, sehingga menimbulkan pemandangan yang kumuh dan tidak teratur.
Ari, salah seorang warga RT 5 Bantuas yang sering melintasi area tersebut, mengungkapkan bahwa meskipun bangunan TPS sudah berdiri sekitar satu bulan, kesadaran warga untuk membuang sampah ke dalam wadah masih sangat rendah.
Ia menyayangkan perilaku warga yang masih menghamburkan sampah di area luar bangunan. Ari juga menyoroti pentingnya keberadaan atap agar tumpukan sampah tidak terkena air hujan secara langsung.
"Menurut saya sudah cukup bagus. Sayangnya, warga belum tertib buang sampah ke dalam, masih terhambur di luar TPS. Kalau untuk atap, kayaknya bagus ditambah. Kalau masih belum ada atapnya, kalau sampah kena hujan, terus petugas kebersihannya lambat ambil sampahnya, otomatis jadi lebih gampang bau busuk," kata Ari saat ditemui di lokasi Rabu (28/1/2025).
Sebelum adanya TPS ini, Ari mengakui bahwa pola pembuangan sampah masyarakat memang belum terorganisir dengan baik. Banyak warga yang terpaksa membuang sampah ke jurang atau titik-titik ilegal lainnya di sepanjang jalan.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, memberikan klarifikasi terkait status teknis bangunan tersebut. Ia membenarkan bahwa konstruksi fisik TPS Bantuas yang terletak di jalan poros Samarinda Sanga-Sanga memang belum selesai sepenuhnya.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada proses serah terima aset dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada pihak DLH Samarinda. "Belum selesai, karena belum ada penyerahan atau serah terima dari PUPR. Kalau sudah selesai masa pemeliharaan, itu baru bisa diserahkan ke DLH, tapi kalau saat ini belum," jelas Suwarso saat ditemui Kaltim Today.
Meskipun secara lokasi dan struktur dasar bangunan dianggap sudah memenuhi syarat, Suwarso mengakui adanya kekurangan krusial pada bagian atap dan sistem pengelolaan air lindi. Ia menekankan bahwa tanpa atap dan dinding yang sempurna, air lindi dari sampah berisiko meluap dan mencemari lingkungan sekitar.
DLH Samarinda berharap pembangunan lanjutan dapat segera direalisasikan pada tahun ini agar terdapat saluran drainase dan main hall yang jelas untuk mengarahkan air lindi agar tidak merembes ke lahan warga. Pihak Kelurahan Bantuas pun telah diminta untuk segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna memastikan keberlanjutan proyek tersebut.
Terkait operasional, Suwarso menegaskan bahwa meskipun belum sempurna, fasilitas tersebut sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Pihak DLH Samarinda telah menjadwalkan pengangkutan sampah setidaknya dua hari sekali, atau bahkan setiap hari jika volume sampah meningkat drastis.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak menjadikan alasan bangunan belum jadi untuk kembali membuang sampah di pinggir jalan secara ilegal. Selain itu, ia mengingatkan bahwa TPS tersebut hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga, sementara sampah bongkaran bangunan wajib dibuang langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
"Harapannya masyarakat tetap buang sampahnya pada malam hari sesuai ketentuan dan dibuang ke dalam ya jangan berceceran di luar karena itu akan mengganggu pemandangan dan estetika," pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa
- Kick Off Pemilihan Rektor Unmul 2026-2030, Panitia Ungkap Lima Bakal Calon Terpilih









