Gaya Hidup
Viral Video Terapi Minum Oli Mesin, Pakar Kesehatan Peringatkan Risiko Kerusakan Organ
Kaltimtoday.co - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video sekolompok pria yang nekat menenggak oli mesin dengan klaim sebagai terapi kesehatan. Meski dilakukan secara santai, aksi ini menuai kecaman dari pakar medis karena dianggap sangat berbahaya dan tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali.
Dalam video tersebut, lima orang pria terlihat meminum cairan merah dari botol oli secara bergantian. Fenomena ini menjadi alarm keras mengenai maraknya informasi kesehatan menyesatkan di ruang digital yang dapat mengancam nyawa jika diikuti mentah-mentah oleh masyarakat.
Zat Berbahaya dalam Oli Mesin
Oli mesin adalah produk industri yang mengandung campuran senyawa hidrokarbon dan logam berat. Menurut Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), bahan-bahan kimia dalam pelumas mesin bersifat toksik bagi tubuh manusia.
National Institutes of Health (NIH) juga menegaskan bahwa zat kimia tersebut dapat terserap ke dalam organ vital. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat secara instan, namun proses akumulasi racun dalam tubuh akan bekerja secara perlahan dan merusak sistem metabolisme.
Risiko Kesehatan yang Mengintai
Mengutip data dari CDC dan berbagai pusat kendali racun per Jumat (24/4/2026), mengonsumsi oli mesin dapat memicu gangguan kesehatan serius, antara lain:
- Kerusakan Hati dan Ginjal: Sebagai penyaring racun, kedua organ ini akan dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi zat kimia asing, yang berujung pada penurunan fungsi hingga kerusakan permanen.
- Gangguan Sistem Saraf: Kandungan logam berat di dalamnya berisiko mengganggu fungsi otak, menyebabkan pusing, serta menurunnya koordinasi tubuh.
- Masalah Pencernaan Akut: Respons awal tubuh biasanya berupa mual hebat, muntah, diare, dan nyeri perut sebagai bentuk penolakan terhadap zat beracun.
- Gangguan Darah: Paparan zat toksik dapat menghambat pembentukan sel darah merah yang memicu anemia kronis.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi medis yang kredibel serta panduan penanganan keracunan zat kimia, referensi lengkap tersedia di laman poltekkesgunungsugih.org. Edukasi kesehatan yang benar adalah kunci agar tidak terjebak dalam tren berbahaya di internet.
Pesan bagi Masyarakat
Banyak racun dalam produk industri bekerja secara perlahan (slow-acting). Ketika seseorang terlihat baik-baik saja sesaat setelah meminum zat berbahaya, hal itu bukan berarti tindakannya aman, melainkan kerusakan organ tengah berlangsung secara bertahap tanpa gejala awal.
Kasus viral ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih kritis dalam menyaring konten kesehatan di media sosial. Selalu jadikan tenaga medis atau instansi kesehatan resmi sebagai rujukan utama guna menghindari praktik-praktik alternatif yang justru membahayakan keselamatan jiwa.
Related Posts
- Tips Menjaga Tubuh Saat Sehat dan Pentingnya Konsultasi Medis Primer
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi
- 6 Obat Asam Lambung Alami: Kunyit, Madu, hingga Jahe
- 5 Cara Sarapan Pagi untuk Turunkan Kolesterol Jahat
- Menakar Manfaat Minum Soda Berkarbonasi Beserta Efek Sampingnya bagi Kesehatan









