Kutim

Wakil Rakyat di Kutim Akui Tolak Omnibus Law, Arfan dan Basti Nyatakan Siap Dipecat

Kaltimtoday.co, Sangatta – Wakil Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Arfan akui sudah dua kali bertandatangan untuk menyurat persidangan dan DPR RI.

“Kami sudah menyurat kemarin, saya sudah dua kali tanda tangan, mahasiswa ini kan sudah pernah datang. Saya tanda tangan dengan Pak Kasmidi pada waktu itu dan kami kirim surat buktinya. Ada yang ke persidangan dan ke DPR RI,” tegas Arfan ketika diwawancarai awak media.

Baca juga:  Demo di Depan Gedung DPRD Kutim, Massa Pecahkan Pintu Kaca

Surat tersebut berkaitan dengan penolakan RUU Cipta Kerja yang dinilai publik memiliki poin-poin kontroversial karena merugikan buruh.

Bertempat di Sekretariat DPRD Kutim, politikus Partai Nasional Demokrat tersebut menegaskan bahwa, DPRD Kutim telah menjembatani aspirasi buruh dengan menyampaikannya langsung ke DPR RI.

“Dan kemarin kami dikasih kain kafan itu kami juga akan mau kirim. Itu ada semua ditandatangani Pak Pjs Bupati, tanda tangan saya, tanda tangan Kapolres. Kurang apalagi, karena mohon maaf, kami juga korban di sini,” tuturnya.

Arfan kembali mengungkap upaya dukungan dari dewan terhadap serikat pekerja dengan menyampaikan dua surat, yaitu surat terbuka kepada presiden dan surat yang secara langsung dikirim ke DPR RI.

“Terkait mosi tidak percaya ya itu haknya adik-adik mahasiswa, tapi kami tetap satu tujuan menolak UU Cipta Kerja. Kemarin kita sudah sepakat kok, di sini, bahkan Kapolres juga ada. Dan itu ada 12 serikat sudah tanda tangan di surat itu dan akan kami kirim,” jelasnya.

Dikatakan Arfan, dia tidak gentar memperjuangkan apa yang menjadi harapan rakyat Kutai Timur meskipun harus kontra dengan keputusan DPR RI.

Baca juga:  Gabungan Serikat Buruh Kutim Sambangi Gedung DPRD Tolak Pengesahan RUU Ciptaker

“Kemarin sudah saya sampaikan ketika didesak oleh serikat. Tapi saya tidak takut untuk dipecat oleh partai. Karena memang Partai Nasdem juga ikut mengesahkan tapi inilah risiko kami, karena memihak pada apa yang diinginkan rakyat di Kutim,” pungkasnya.

Senada, Basti Sanggalangi dari Fraksi PAN secara tegas menyatakan untuk mendukung keinginan serikat pekerja dan mengutamakan kesejahteraan buruh walaupun harus mempertaruhkan jabatannya.

“Sebenarnya saya bersama Pak Arfan (Wakil Ketua DPRD Kutim) ini, siap saja dipecat. Kalau kami mau dipecat karena kami ini mendukung untuk mencabut RUU yang sudah disahkan fraksi kami di sana. Saya siap dipecat untuk mempertahankan buruh ini agar bagaimana mereka bisa sejahtera,” terangnya.

[EI | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close