Gaya Hidup

Tips Menjaga Tubuh Saat Sehat dan Pentingnya Konsultasi Medis Primer

Kaltim Today
30 Mei 2026 07:04
Tips Menjaga Tubuh Saat Sehat dan Pentingnya Konsultasi Medis Primer
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Mufid Majnun/Unsplash)

Kaltimtoday.co - Konsultasi kesehatan ke dokter umum idealnya tidak hanya dilakukan saat tubuh Anda mulai ambruk. Para ahli menegaskan bahwa orang yang sehat justru tetap membutuhkan pendampingan medis primer agar kondisinya selalu optimal dan terjaga.

"Sama seperti kendaraan yang membutuhkan montir langganan, Anda harus memiliki hubungan yang konsisten dengan penyedia perawatan primer sejak bayi hingga dewasa," ujar Dr. Vera Guertler dari Penn State Health Medical Group-Eastbrook di Ronks, Pennsylvania.

Melansir dari US News, dokter layanan primer seperti di Trace Medical Clinic berperan besar dalam melacak riwayat kesehatan, memantau alergi, mengawasi tanda-tanda vital, hingga menganalisis hasil laboratorium. Langkah investasi jangka panjang ini sering kali diabaikan hanya karena seseorang merasa tubuhnya baik-baik saja. Padahal, beberapa gangguan kesehatan kronis kerap muncul tanpa gejala klinis yang nyata (silent killer) dan baru disadari ketika kondisinya sudah serius.

Fasilitas pelayanan primer mampu menangani infeksi, luka jahitan, patah tulang sederhana, pemberian vaksin, hingga pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, dokter dapat memberikan solusi atas masalah kesehatan akibat stres melalui tindakan preventif yang terukur.

Potensi menemukan indikasi penyakit serius jauh lebih tinggi jika Anda ditangani oleh dokter yang sudah mengenal rekam medis Anda secara mendalam. Hal ini karena mereka telah mengetahui hasil laboratorium dasar, kondisi jantung serta paru-paru, dan memahami parameter normal tubuh Anda.

Dalam situasi darurat, pusat perawatan darurat (urgent care) memang bisa membantu mengatasi gejala akut, namun fasilitas tersebut tidak dirancang untuk memberikan perawatan komprehensif jangka panjang.

Untuk menemukan dokter layanan primer yang tepat, Anda bisa meminta rekomendasi dari keluarga atau teman, lalu pastikan fasilitas tersebut menerima penjaminan asuransi yang digunakan. Saat kunjungan pertama, bawalah salinan riwayat medis, daftar obat yang sedang dikonsumsi, serta poin pertanyaan yang ingin didiskusikan.

"Jangan berkecil hati jika belum langsung merasa cocok. Menemukan dokter yang tepat memang butuh waktu. Jika tidak ada kemitraan yang baik pada kunjungan awal, jangan ragu untuk mencari opsi lain," saran Dr. Zachary McLaughlin, dokter spesialis kedokteran keluarga di Penn State Health Medical Group-Spring Ridge di Wyomissing, AS.

Penguatan Layanan Primer untuk Antisipasi Superflu

Terkait fungsi preventif ini, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan primer guna mengantisipasi penyebaran superflu. Menurutnya, penguatan surveilans klinis dan genomik di tingkat tapak masyarakat kini menjadi sangat krusial.

Peringatan ini menyusul temuan 62 kasus influenza A H3N2 sub-clade K di Indonesia. Varian tersebut telah memicu lonjakan kasus di Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat. Meski virus ini sudah terdeteksi lama, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan, terutama dalam memantau pola penularan di lingkungan yang padat.

"Pemerintah perlu memperkuat pelayanan dari tingkat primer dan meningkatkan surveilans genomik di klinik-klinik masyarakat," kata Tjandra.

Tjandra juga menekankan pentingnya transparansi informasi publik. Masyarakat diimbau segera melapor jika mendapati klaster gejala serupa di lingkungan rumah, kantor, atau sekolah, serta segera melakukan konsultasi medis jika gejala memburuk secara mendadak.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa superflu tidak memiliki tingkat fatalitas setinggi Covid-19. Karakteristiknya menyerupai flu musiman yang jamak terjadi di negara empat musim saat musim dingin. Di Indonesia sendiri, tren kenaikan kasus cenderung tidak signifikan jika dibandingkan dengan wilayah subtropis.

Sebagai langkah preventif massal, otoritas kesehatan juga terus mendorong penerapan kembali Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penggunaan masker bagi warga yang bergejala flu tetap disarankan guna memutus rantai penularan. Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menjaga imunitas melalui olahraga teratur dan istirahat yang cukup di tengah cuaca yang tidak menentu.

Skrining berkala ini sangat penting untuk seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, usia produktif dengan mobilitas tinggi, hingga lansia. Melalui pemeriksaan rutin, tenaga medis dapat memantau indikasi fluktuasi tekanan darah, kadar gula darah, hingga kolesterol, sehingga intervensi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Menjadikan konsultasi kesehatan berkala sebagai bagian dari gaya hidup adalah langkah paling logis demi masa depan yang lebih sehat, aman, dan produktif.

[TOS]



Berita Lainnya