Gaya Hidup

Waspada! Masa Emas Penanganan Strok Hanya 4,5 Jam, Segera ke Rumah Sakit

Kaltim Today
25 April 2026 11:50
Waspada! Masa Emas Penanganan Strok Hanya 4,5 Jam, Segera ke Rumah Sakit
Ilustrasi strok (istimewa)

Kaltimtoday.co - Respons cepat dalam menangani serangan strok atau penyumbatan pembuluh darah sangat krusial. Dalam dunia medis, dikenal istilah masa emas atau golden period yang hanya berlangsung selama 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Gejala strok umumnya ditandai dengan kelumpuhan mendadak pada tangan atau kaki, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, hingga sulit menelan. Jika tanda-tanda ini muncul, pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis untuk menyelamatkan nyawa.

Dokter spesialis saraf RS Premier Bintaro, dr. Meidianie Camellia, menegaskan bahwa penanganan pada 24 jam pertama sangat menentukan kualitas pemulihan pasien. Sekitar 80 persen kasus strok merupakan tipe penyumbatan yang sangat bergantung pada kecepatan tindakan.

"Apabila masa emas itu terlewati, sel saraf yang tersumbat tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga sel tersebut bisa mati. Jangan menunda, langsung ke rumah sakit karena golden period hanya 4,5 jam," tegas dr. Meidianie di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Jika ditangani dengan benar dalam kurun waktu tersebut, peluang pasien untuk kembali normal sangat besar. Hal ini dikarenakan sel-sel saraf yang dalam kondisi "sekarat" masih memiliki kesempatan untuk diselamatkan.

Proses pemulihan yang ideal melibatkan dua pilar utama, yakni stimulasi sel saraf dan pengendalian faktor risiko. Jemaah haji atau masyarakat umum yang memiliki risiko metabolik dapat memantau informasi kesehatan terkait di poltekkeslampungutara.org sebagai langkah edukasi preventif.

Pengendalian faktor risiko mencakup pemantauan kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol secara rutin. Karena fungsi otak sangat kompleks, penanganan strok memerlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter saraf, rehabilitasi medik, hingga dokter bedah saraf.

Pemulihan pascastrok bukanlah proses instan, melainkan perjuangan bertahap yang membutuhkan kesabaran. Kondisi setiap pasien bervariasi; ada yang menunjukkan kemajuan dalam hitungan minggu, namun ada pula yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

"Menjadi kuat pascastrok adalah proses menyadari kemampuan diri. Dari yang awalnya merasa tidak mampu, perlahan pasien mulai melampaui batasan tersebut," tambah dr. Meidianie yang akrab disapa dr. Meidi.

Bagi para penyintas, mencegah serangan strok berulang adalah tugas seumur hidup. Mengelola gaya hidup sehat, rutin berolahraga, serta mengontrol obesitas dan penyakit jantung menjadi kunci utama agar kondisi tubuh tetap terlindungi.



Berita Lainnya