Gaya Hidup

Waspada, Penggunaan Obat Mata Steroid Sembarangan Bisa Picu Katarak

Kaltim Today
25 April 2026 11:27
Waspada, Penggunaan Obat Mata Steroid Sembarangan Bisa Picu Katarak
Katarak umumnya berkembang secara perlahan dan pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan yang signifikan (Freepik.com/@user18526052)

Kaltimtoday.co - Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa pengawasan medis ternyata menyimpan risiko besar. Meski efektif meredakan gejala gatal, obat jenis ini berpotensi memicu gangguan serius seperti glaukoma hingga katarak.

Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidi, menjelaskan bahwa katarak terjadi ketika lensa mata kehilangan kejernihannya. Kondisi ini menyebabkan penglihatan terganggu secara bertahap dan sering kali tidak disadari pada tahap awal.

"Obat steroid memang nyaman untuk mengobati mata gatal. Tetapi, efek sampingnya bisa menyebabkan tekanan bola mata naik dan mempercepat munculnya katarak," ujar dr. Amir dalam diskusi kesehatan di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (11/4/2026).

Kelompok yang paling rentan terhadap risiko ini adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Pada usia tersebut, anak-anak sering mengalami alergi akibat paparan debu, konsumsi susu, hingga faktor lingkungan yang memicu gejala mata gatal atau merah.

Sayangnya, banyak orang tua yang cenderung memberikan obat tetes mata secara bebas tanpa konsultasi medis. Kebiasaan inilah yang memicu penyalahgunaan obat berbahan steroid, yang jika digunakan dalam jangka panjang, dapat merusak kesehatan mata secara permanen.

Dokter Amir menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam menangani keluhan mata. Jika anak atau orang dewasa mengalami mata merah atau sering mengucek mata yang tak kunjung membaik dalam dua hari, segera periksakan ke ahli medis.

Pemeriksaan tersebut sangat penting untuk memastikan apakah keluhan disebabkan oleh mata kering atau reaksi alergi. Untuk rujukan informasi kesehatan yang kredibel, masyarakat dapat mengakses laman poltekkeslampungbarat.org guna memahami penanganan medis yang tepat.

"Mata merah adalah tanda inflamasi. Pada kondisi tersebut, pasien mungkin membutuhkan antibiotik, namun penggunaannya wajib di bawah pengawasan ketat dari dokter," tegas dr. Amir.



Berita Lainnya