DPRD BONTANG

Winardi Dorong Pentas Seni Rutin di Bontang Kuala, Libatkan Musisi dan Lembaga Adat

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 03 Juni 2026 08:40
Winardi Dorong Pentas Seni Rutin di Bontang Kuala, Libatkan Musisi dan Lembaga Adat
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menyebut sah-sah saja bila Pemkot Bontang memberlakukan tarif masuk ke sejumlah destinasi wisata di wilayanya, termasuk di kampung atas laut Bontang Kuala. Namun, dia mendorong agar penarikan tarif juga dibarengi dengan peningkatan fasilitas serta penyediaan hiburan agar pengunjung mendapat pengalaman sepadan dengan biaya yang mereka keluarkan.

Winardi menjelaskan, penarikan tarif ini tidak bisa hanya dipandang sebagai upaya pemerintah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pemkot Bontang, kata dia, juga harus memastikan agar penarikan tarif dapat kembali ke warga dalam bentuk bentuk pelayanan dan daya tarik wisata yang lebih baik.

''Sah-sah saja diberlakukan tarif. Tapi fasilitas dan hiburan juga ada, khususnya ketika weekend. Minimal ada hiburan tambahan di BK itu, bisa gandeng lembaga adat setempat dan seniman lokal kita yang sebenarnya bagus-bagus,'' kata Winardi usai ditemui usai mengikuti rapat gabungan komisi bersama sejumlah OPD dan Lembaga Adat Bontang Kuala di Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (2/6/2026) siang.

Winardi menjelaskan, ini penting dilakukan agar pengunjung tidak merasa keberatan mengeluarkan uang untuk membayar tarif. Ada manfaat nyata dan pengalaman berkesan yang langsung mereka rasakan. 

Selain menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, keberadaan panggung hiburan atau agenda seni budaya secara berkala juga dapat menjadi sarana untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Bontang. Baik budaya asli Bontang Kuala maupun keragaman budaya lain yang tumbuh dan berkembang di Kota Taman. Musisi dan seniman lokal pun dapat memanfaatkan panggung tersebut untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

"Tampilkan semua di situ. Tampilkan seperti apa kebudayaan asli Bontang Kuala. Musisi atau seniman kita juga bisa memanfaatkan ruang itu untuk mengekspose karya-karyanya," kata pria yang juga aktif di dunia kesenian Bontang tersebut.

Lebih jauh, Winardi menilai pengelolaan Bontang Kuala yang baik dapat menjadi daya tarik tambahan yang berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Dampaknya, perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata juga ikut terdongkrak.

''Untuk sumber pendanaan hiburan itu, bisa diambil sebagian dari tarif parkir, misal 10 persennya. Prinsipnya, kan, tarif parkir yang dikeluarkan warga itu bisa mereka lihat dan rasakan sendiri manfaatnya,'' tandas politikus PDIP ini. 

[ADV DPRD BONTANG]



Berita Lainnya