Daerah
1,5 Tahun Kepemimpinan Rudy-Seno, Belum Ada Perhatian kepada Penggiat Seni di Kaltim
Kaltimtoday.co, Samarinda - Selama satu tahun lebih Gubernur dan Wakil Gubernur Rudy Mas'ud-Seno Aji memimpin Kalimantan Timur, rupanya belum ada perhatian khusus kepada pelaku seni dan budaya daerah.
Hal itu disampaikan langsung oleh Pembina Sanggar Seni Pandji Keroan Koetai Bersatu, Awang Irwan Setiawan saat diwawancara. Ia menyebut para seniman hingga kini belum merasakan realisasi janji kampanye terkait dukungan terhadap pencipta seni dan budaya.
“Untuk sementara ini, kami secara tidak langsung melihat belum ada perhatian khusus dari gubernur terhadap pelaku seni dan budaya di masyarakat. Memang dulu saat kampanye ada janji-janji, tetapi sampai sekarang kami belum merasakan realisasinya," ungkap Awang.
Menurut Awang, para pegiat seni tidak berbicara soal politik ataupun pilihan saat pilkada. Mereka hanya berharap siapa pun pemimpinnya dapat memberi ruang, tempat, dan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal Kalimantan Timur.
"Kalau ditanya apa yang dijanjikan waktu itu, salah satunya adalah memberikan perhatian kepada para pencipta seni. Namun belum ada sampai saat ini," tuturnya.
Selain itu, Awang menilai seni dan budaya Kaltim membutuhkan dukungan nyata berupa ruang berkegiatan hingga anggaran khusus. Dalam hal ini, Awang meminta kepada pemerintah provinsi, untuk disiapkan tempat khusus bagi para penggiat seni.
"Jadi kita butuh ruang yg besar untuk penggiat seni. Modelnya itu bisa seperti teater, yang mana disitu bisa kita untuk latihan hingga pentas nantinya," tambahnya.
Bicara soal kepemimpinan sebelumnya, Awang secara pribadi tidak ingin membanding-bandingkan. Setiap pemimpin pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
"Kami juga bukan orang politik. Yang kami inginkan hanya satu, siapa pun pemimpinnya, tolong seni dan budaya diangkat dan diperhatikan. Itu saja," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Disrupsi Teknologi dan AI Ubah Lanskap Media, Kepercayaan Publik Jadi Kunci Bertahan
- AMSI: Media Sosial Bukan Musuh Pers, Tapi Jangan Disamakan dengan Media Profesional
- Soal Jurnalistik vs Media Sosial, Diskominfo Kaltim Minta Publik Pahami Pola Kerja
- Mal Lembuswana Bakal Dikelola PT MBS, BPKAD Kaltim: Nilai Aset Lahan Tembus Rp 702 Miliar
- Nama Rita Belum Selesai di Kukar









