Nasional

Terombang-ambing 8 Jam di Laut, Bayi 7 Bulan Korban KMP Putri Yasmin Selamat

Network — Kaltim Today 13 Agustus 2026 09:37
Terombang-ambing 8 Jam di Laut, Bayi 7 Bulan Korban KMP Putri Yasmin Selamat
Bayi 7 bulan korban KMP Putri Yasmin saat dievakuasi oleh tim SAR gabungan. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Tangis lega menyelimuti Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (12/8/2026) malam. Seorang bayi berusia 7 bulan bersama kedua orang tuanya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat usai menjadi korban kebakaran KMP Putri Yasmin.

Bayi tersebut berhasil bertahan hidup setelah terombang-ambing selama sekitar 8 jam di lautan. Korban bersama kedua orang tuanya tiba di Posko SAR Pelabuhan Lembar sekira pukul 19.30 WITA dan langsung berkumpul kembali bersama keluarga.

Dalam peristiwa darurat tersebut, sang bayi dilaporkan sempat pingsan akibat kemasukan air laut. Di tengah situasi panik, sang ibu berupaya keras mempertahankan posisi bayinya di atas permukaan air hingga akhirnya sadar kembali.

Kerabat korban, Jeni, mengungkapkan bahwa bayi tersebut digendong secara bergantian oleh ayah dan ibunya selama berada di tengah perairan.

"Bayi itu 7 bulan. Ibu dan bapaknya yang menggendong bergiliran," kata Jeni.

Jeni menjelaskan, sang ibu kemudian meletakkan bayi tersebut di atas tubuhnya untuk menjaga posisi sang buah hati agar tetap berada di atas permukaan air sekaligus memulihkan kesadarannya.

"Bayinya yang pingsan gara-gara kemasukan air. Ditaruh di perut ibunya biar sadar," tutur Jeni.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, para korban sempat terbawa arus hingga jauh dari lokasi awal kejadian. Menurut informasi tersebut, rombongan bahkan disebut sempat terbawa mendekati perairan Australia.

Rombongan keluarga yang terdiri dari enam orang tersebut diketahui melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, NTB.

Setelah berjam-jam bertahan di laut, korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Informasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan proses penyelamatan berlangsung di wilayah perairan Sekotong.

Jeni menambahkan, salah satu korban sempat meminjam telepon seluler milik orang lain untuk memberi kabar karena seluruh barang bawaan mereka telah tenggelam. Kabar keselamatan tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga melalui media sosial Instagram.

"Dia pinjam HP orang. Katanya semua peralatan sudah tenggelam semua. Kemudian, dia menghubungi di Instagram," ujar Jeni.

[RWT]


Related Posts


Berita Lainnya