BontangPolitik

20 Keberhasilan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (2)

Bangun Rusunawa Tanpa APBD, Hingga Bantuan Bergulir untuk UMKM

Kaltimtoday.co, Bontang – Hal yang paling diunggulkan di masa pemerintahan Neni Moerniaeni yakni pemberian paket seragam gratis. Pun, di bidang kesehatan, Pemerintah Kota Bontang mensubsidi iuran BPJS warga Bontang, dan yang paling mengejutkan yakni kenaikan gaji honorer yang disesuaikan dengan UMK Bontang yakni Rp 3,2 juta. 1-10 keberhasilan Neni sudah dibahas di-PART 1, mari simak 10 keberhasilan lainnya:

11. Banyaknya Pembangunan Tanpa APBD Bontang

Baca juga:  20 Keberhasilan Pemerintahan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

Berkat koordinasi dan link berbagai kementerian saat Neni menjabat sebagai Anggota DPR RI di Komisi VII, Neni mudah melakukan koordinasi dan “meminta” pembangunan dari berbagai kementerian. Di antaranya rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) di 3 lokasi yakni Kelurahan Api-Api, Kelurahan Guntung, dan Kelurahan Loktuan, serta bantuan pembangunan rumah susun bagi Pondok Pesantren Hidayatullah yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran.

12. Kebahagiaan Ribuan Honorer Sambut Gaji Senilai UMK

Kesejahteraan pegawai, menjadi salah sati visi misi Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Di awal tahun kepemimpinannya, merupakan tahun sulit bagi Neni lantaran APBD Bontang terjun bebas dari anggaran Rp 1,9 triliun menjadi Rp 900 miliar di tahun 2016. Beberapa kebijakan strategis dilakukan Neni, salah satunya memangkas gaji honorer dan TPP PNS. Namun ia kembali membuktikan komitmennya yang akan mengembalikan gaji honorer bahkan lebih dari sebelumnya sesuai dengan UMK di 2020 mendatang, saat APBD Bontang mencapai Rp 1,6 triliun.

13. Tangani Banjir dengan Sigap Melalui Prokasih

Demi menyelesaikan permasalahan banjir di Bontang, Neni melaksanakan program kali bersih (Prokasih). Dimana, Prokasih menyisir sunga untuk dinormalisasi, mula dari Guntung hingga Bontang Kuala. Tujuannya untuk memberi jalan bagi aliran air dari hulu sungai yang banyak volumenya ketika hujan turun berasal dari wilayah pertambangan atau Kutai Timur. Dalam Prokasih ini juga, Pemkot Bontang menyediakan amfibi untuk memudahkan proses normalisasi sungai.

Baca juga:  RSUD Bontang Siap Layani Pasien dengan Berbagai Jaminan

14. Buat Inovasi Penyulingan Air Laut di Pesisir

Sistem pengolahan air laut menjadi air tawar (Sea Water Reverse Osmosis) dilakukan Neni di Pulau Gusung. Pulau tersebut berada di tengah laut, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, baik untuk minum maupun untuk kebutuhan rumah tangga. Kini, warga di Pulau Gusung bisa tak kesulitan membeli air bersih di daratan karena sudah terdapat alat pengolahan air laut menjadi air tawar.

15. Menjadikan Bontang Semakin Cantik

Bontang yang memiliki slogan Kota TAMAN, dibuktikan Neni dalam berbagai hal. TAMAN, terdiri dari Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, dan Nyaman. Untuk kenyamanan kota, Neni terus berupaya mempercantik Kota Bontang dengan penanaman bunga dan pohon di sepanjang median jalan, juga pemasangan lampu hias yang membuat Bontang lebih cantik di malam hari.

16. Menjadikan Bontang Sebagai Kota Cerdas di Indonesia

Misi Smart City juga diaplikasikan Neni dalam berbagai pelayanan di Pemerintah Kota Bontang. Konsep kota cerdas sendiri bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam hal mengurus berbagai kebutuhan masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Bontang sebagai salah satu kota dalam Gerakan Menuju 100 Kota Cerdas. Inovasi yang dilakukan di era digital ini juga membawa Bontang meraih penghargaan Innovation Government Award (IGA) 2019, Bontang merupakan Kota Terinovatif ke-3 di seluruh Indonesia.

17. Peduli Tenaga Pendidik, Juga Pegiat Agama

Menurut Neni, para guru ngaji, guru sekolah minggu, serta pegiat agama lainnya merupakan orang yang berjasa dalam hal meningkatkan kualitas generasi bangsa. Oleh karenanya, Neni terus mengapresiasi mereka dengan kenaikan insentif guru ngaji, dan pegiat agama. Dari sebelumnya insentif mereka hanya Rp 300 ribu, dinaikkan menjadi Rp 500 ribu, dinaikkan lagi menjadi Rp 750 ribu, dan tahun 2020, Neni berencana menaikkan insentif mereka menjadi Rp 1 juta per bulan. Baginya, kecerdasan para generasi penerus bangsa tidak hanya kecerdasan intelektual saja, melainkan perlu kecerdasan spiritual agar mereka menjadi generasi yang berkualitas sesuai dengan bonus demografi.

Baca juga:  Tak Ada Lagi Antrean di RSUD Bontang, Apliasi Pendaftaran “Si Perban” Berjalan Efektif

18. Mudahkan Pelaku UKM dengan Dana Bergulir

Program peningkatan modal melalui dana bergulir sudah di-launching pada Juni 2019. Pemkot Bontang melalui Diskop-UKMP menyerahkan dana bergulir kepada 3 kelompok, di antaranya Koperasi senilai Rp 1 miliar, Pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) senilai Rp 3,5 miliar, dan pedagang lapak, atau kaki lima (PKL) senilai Rp 500 juta. Pola dana bergulir ini diberikan rentan waktu pelunasan selama 36 bulan atau 3 tahun dengan bunga 5 persen per tahunnya.

19. Ajak Masyarakat Sehat dengan Taman Gym Gratis

Komitmen Bontang dalam pemenuhan 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) dibuktikan dengan banyaknya pembangunan taman di beberapa tempat. Yakni Taman Adipura Bontang Kuala, Taman Tanjung Laut, Taman Edukasi TPA Bontang Lestari, Taman Lampion Bontang Kuala, serta Taman Bontang Lestari. Tiga taman tersebut dilengkapi dengan alat fitnes/gym yang bisa digunakan masyarakat kapan saja tanpa biaya. Selain arena bermain, masyarakat juga bisa sehat jika rutin melakukan olahraga fitnes di taman yang ada di Bontang.

20. Program Rp 200 Juta (Produta) Dirasakan Langsung Masyarakat

Salah satu janji politik yang ‘beken’ di mata masyarakat yakni Produta. Dimana program tersebut sangat dinanti-nanti sebab penyalurannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Masyarakat bisa mengusulkan segala kebutuhannya di tingkat RT melalui Produta, baik di bidang sosial, ekonomi, infrastruktur, hingga inventaris barang.

[RIR | TOS | ADV]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close