Gaya Hidup

7 Buah yang Dapat Menurunkan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, mengacu pada tekanan darah terhadap dinding arteri. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke dan penyakit lainnya. Hipertensi disebut juga sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala apapun.

Untuk menghindari masalah kesehatan itu, setiap orang dianjurkan untuk menjaga gaya hidup sehat. Salah satu yang bisa dilakukan yakni dengan rutin mengonsumsi buah-buahan.

Ada beberapa buah yang diangggap baik dikonsumsi masyarakat untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi. Buah-buahan yang dapat membantu mengontrol tekanan darah adalah buah yang kaya akan kaliummagnesium, serat dan rendah natrium. Berikut beberapa buah tersebut:

Baca juga:  Konsumsi Daging Kambing Dapat Menyebabkan Hipertensi? Ini Faktanya

1. Buah Beri

Buah beri.

Beri, terutama blueberry, kaya akan senyawa antioksidan yang disebut anthocyanin, sejenis flavonoid. Salah satu studi menemukan bahwa mengonsumsi senyawa ini dapat mencegah hipertensi dan membantu menurunkan tekanan darah.

Para peneliti melakukan studi besar bersama lebih dari 34.000 orang dengan hipertensi. Peneliti menemukan bahwa mereka yang mendapatkan asupan antosianin paling tinggi mengalami penurunan 8 persen risiko tekanan darah tinggi, dibandingkan dengan mereka yang asupan antosianinnya rendah.

2. Pisang

Pisang. (Foto: Envanto)

Pisang mengandung banyak kalium, mineral yang berperan penting dalam menstabilkan hipertensi. Satu pisang berukuran sedang mengandung sekitar 422 miligram kalium.

Menurut American Heart Association, kalium mengurangi efek natrium dan mengurangi ketegangan di dinding pembuluh darah. Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi 4,700 miligram (mg) kalium setiap hari.

Baca juga:  5 Fakta Munculnya Embun Es di Dataran Tinggi Dieng

3. Kiwi

Kiwi. (Foto: Envanto)

Menurut sebuah penelitian, mongumsumsi satu porsi kiwi setiap hari dapat mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi.

Para peneliti membandingkan efek apel dan kiwi pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Mereka menemukan bahwa, makan tiga kiwi sehari selama 8 minggu menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih signifikan, dibandingkan dengan makan satu apel sehari dalam waktu yang sama. Para peneliti menduga bahwa zat bioaktif dalam kiwi yang menyebabkan pengurangan ini.

Selain itu, kiwi juga kaya akan vitamin C, yang secara signifikan dapat meningkatkan menstabilkan tekanan darah pada orang yang mengonsumsi sekitar 500 mg vitamin setiap hari selama sekitar 8 minggu.

4. Semangka

Semangka. (Foto: Envanto)

Semangka mengandung asam amino yang disebut citrulline, yang dapat membantu mengelola tekanan darah tinggi.

Citrulline membantu tubuh memproduksi nitric oxide, gas yang mengendurkan pembuluh darah dan mendorong fleksibilitas dalam arteri. Efek ini membantu aliran darah, yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa dengan obesitas dan prehipertensi atau hipertensi ringan yang mengonsumsi ekstrak semangka menunjukkan penurunan tekanan darah di pergelangan kaki dan arteri brakialis. Arteri brakialis adalah arteri utama di lengan atas.

Vitamin dan mineral lain dalam semangka juga baik untuk jantung. Seperti vitamin A, B6, C, magnesium, dan kalium. Semangka juga kaya akan serat yang membantu melancarkan pencernaan usai mengonsumsi daging.

Baca juga:  Mengenal Paradoxical Undressing, Penyebab Pendaki Tewas di Gunung Lawu

5. Delima

Delima. (Foto: Envanto)

Menurut penelitian pada tahun 2012, minum 1 cangkir jus buah delima setiap hari selama 28 hari dapat menurunkan tekanan darah tinggi dalam jangka pendek. Para peneliti menghubungkan efek ini dengan kandungan antioksidan buah.

Penelitian kecil menunjukkan bahwa jus delima meningkatkan aliran darah dan menjaga pembuluh darah tidak menjadi kaku dan kental. Delima juga dapat memperlambat pertumbuhan plak dan penumpukan kolesterol di arteri.

Tetapi buah delima dapat bereaksi negatif dengan tekanan darah dan obat kolesterol seperti statin. Jadi pastikan untuk berbicara dengan dokter sebelum menikmati jus atau mengonsumsi suplemen ekstrak delima.

6. Alpukat

Alpukat. (Foto: Envanto)

Alpukat tidak hanya bisa dijadikan pilihan buah sumber lemak baik bagi tubuh, tetapi juga dapat menjadi buah penurun darah tinggi.

Alpukat diketahui mengandung kalium yang baik untuk pembuluh darah, serat, antioksidan, folat, vitamin B6, vitamin C, asam pantotenat, dan vitamin K.

Berdasarkan buku Reiza Farandika Kurniawan S.Ked., yang berjudul Khasiat Dahsyat Alpukat (2014), setengah buah alpukat ukuran sedang bahkan menyumbang sekitar 540 mg kalium bagi tubuh atau 15 persen lebih tinggi dibanding pisang. Fungsi kalium ini tidak lain salah satunya adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan debaran jantung.

Baca juga:  Disebut Terawan Sebagai Suplemen Covid-19, Berikut 7 Manfaat Temulawak Bagi Kesehatan

7. Belimbing

Belimbing. (Foto: Envanto)

Jumlah kalium dalam belimbing relatif banyak. Dalam 100 gram belimbing, terdapat kalium 130 mg. Sementara jumlah natrium dalam belimbing termasuk rendah, yakni hanya 4 mg per 100gram bahan.

Kedua zat ini berperan untuk mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. Karena tingginya kandungan kalium dan rendahnya kadar natrium, belimbing pun dianggap mampu mengurangi risiko stroke dan menurunkan tekanan darah.

Kalium juga diperlukan untuk menormalkan irama jantung dan pengalihan oksigen menuju otak.

[RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close