PPU

AGM Sebut Peletakan Batu Pertama IKN di PPU Segera Dilakukan

Kaltimtoday.co, Penajam – Akhir-akhir ini masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) dibuat penasaran berkenaan dengan kapan waktu dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Mengenai hal tersebut, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menyampaikan bahwa, momen sakral tersebut kemungkinan akan dilakukan pada April 2021.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam rapat bersama Presiden mengatakan, tahun ini direncanakan peletakan batu pertama Istana Presiden di Sepaku, Kabupaten PPU. Terkait dengan hal itu, AGM mengaku telah mendapat bocoran dari Kepala Bappenas bahwa waktu peletakan batu pertama akan dilaksanakan April 2021.

Baca juga:  Manfaatkan Pekarangan Rumah, Pemuda di PPU Ini Jadi Jutawan

“Kemarin kalau tidak salah bocorannya dari Pak Suharso Monoarfa, dari Bappenas membocorkan kalau tidak akhir bulan ini, awal bulan empat (April) atau pertengahannya,” jelas AGM.

Bupati yang dikenal aktif di media sosial ini juga menyampaikan, momen pembangunan IKN di PPU sebenarnya bukan hanya warga PPU yang menantikannya, namun juga segenap warga Kalimantan terutama Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Pemkab PPU Uji Coba WFO Mulai 10-23 Maret 2021

“Karena pembangunan IKN itu bukan hanya orang Penajam yang menanti-nanti, tapi seluruh orang Kalimantan menantikan atas kepindahan IKN tersebut, apalagi orang Kaltim karena penyumbang pendapatan negara terbesar di Indonesia,” lanjutnya.

Peletakan batu pertama ini merupakan sinyal bahwa proses pemindahan IKN sedang berjalan, karena selama ini ihwal pemindahan IKN sepi dari pemberitaan. Selain itu, Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN akan diselesaikan bersama DPR tahun ini. Tata ruang dan layanan infrastruktur dasar di sekitar IKN juga sudah direncanakan.

[ALF | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker