Kaltim

Amankan Demo 21 April, Kapolda Kaltim Siagakan 2.263 Personel dan Pagar Kawat

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 20 April 2026 21:11
Amankan Demo 21 April, Kapolda Kaltim Siagakan 2.263 Personel dan Pagar Kawat
Ribuan personel gabungan TNI-Polri disiagakan di Samarinda untuk mengamankan demonstrasi besar-besaran mengkritik kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud - Seno Aji. (Vico/Kaltimtoday.co)

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Polda Kaltim menyiapkan pengamanan skala besar untuk mengawal aksi unjuk rasa Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kaltim pada 21 April 2026. Sebanyak 2.263 personel gabungan disiagakan di sejumlah titik strategis di Samarinda.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyatakan penebalan pengamanan ini bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Fokus pengamanan akan dipusatkan di Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.

"Total personel yang kami libatkan ada 2.263 orang, terdiri dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait," ujar Endar usai memimpin apel gelar pasukan di Samarinda.

Selain ribuan personel, aparat juga berencana memasang pagar kawat berduri di lokasi aksi. Endar menegaskan bahwa pemasangan pembatas fisik tersebut bukan untuk membatasi aspirasi, melainkan upaya pencegahan terhadap tindakan anarkis.

"Itu untuk mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab. Kalau tidak ada niat buruk, tentu tidak menjadi masalah," kata jenderal bintang dua tersebut.

Meski menyiagakan ribuan pasukan, Endar memastikan pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan sisi humanis. Ia menekankan bahwa langkah preemtif dan preventif akan menjadi prioritas utama petugas di lapangan.

Terkait penggunaan gas air mata, Kapolda menyebut hal itu merupakan opsi terakhir. Penggunaannya hanya akan dilakukan jika terjadi eskalasi situasi yang membahayakan dan sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku.

"Penggunaan gas air mata ada tahapannya. Kalau diperlukan akan digunakan," jelas Endar.

Kapolda juga mengimbau massa aksi untuk waspada terhadap pihak-pihak yang berpotensi menunggangi demonstrasi tersebut. Ia meminta peserta aksi segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di tengah barisan.

"Jangan sampai aksi yang tujuannya menyampaikan aspirasi justru disusupi kepentingan lain yang merugikan," pungkasnya.

[TOS]



Berita Lainnya