Daerah

KTMBS Luruskan Polemik Kenaikan Sewa Lapak Mal Lembuswana, Sebut Tarif Kini Disamaratakan

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 12 Agustus 2026 14:09
KTMBS Luruskan Polemik Kenaikan Sewa Lapak Mal Lembuswana, Sebut Tarif Kini Disamaratakan
Direktur Utama PT KTMBS, Aji Mohammad Abidharta Wardhana. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) sebagai pengelola baru Mal Lembuswana angkat bicara soal kenaikak biaya sewa lapak usai mendapat keluhan dari salah satu penyewa lama di Mal tersebut. Pihaknya menyebut penyesuaian tarif yang dilakukan saat ini bertujuan untuk menertibkan ketimpangan harga yang terjadi pada masa manajemen sebelumnya.

Direktur Utama PT KTMBS, Aji Mohammad Abidharta Wardhana menyampaikan bahwa penetapan harga sewa melibatkan Jasa Penilai Publik (KJPP) agar akuntabel dan berkeadilan.

"Selama ini kan ada kejomplangan, antara harga di lokasi tertentu ada yang harganya sekian, ada yang di bawah. Kita melihat bahwa ini kayaknya perlu disamaratakan," ucap Abi.

Ia mengatakan, perhitungan sewa tetap berlaku untuk jangka waktu satu bulan penuh, dan manajemen justru memberikan bonus kelonggaran waktu bagi tenant yang melakukan relokasi.

"Sewa baru dengan pembayaran yang baru itu terhitung justru tanggal 10 hari Senin, sampai tanggal 9 bulan September. Jadi 21 hari itu enggak bener juga, jadi 30 hari ke depan," bebernya.

Meski sebelumnya, salah satu penyewa lama yang tidak memperpanjang kontrak, mengatakan bahwa perhitungan kenaikan biaya sewa di sana terhitung selama 21 hari, bukan satu bulan penuh.

Hartati mengatakan jika sebelumnya ia hanya membayar sebesar Rp 6,5 juta saja. Sedangkan saat ini biaya sewa lapak sudah mencapai Rp 9 juta. 

Pihak KTMBS menyadari bahwa masa transisi ini mengharuskan adanya penataan ulang, termasuk memindahkan beberapa tenant ke area lantai dua atau sekitar atrium guna memaksimalkan ruang untuk event.
Meski demikian, manajemen memastikan bahwa proses negosiasi tetap dibuka lebar untuk mencari titik temu harga yang saling menguntungkan.

"Kami tetap membuka negoisasi bagi seluruh tenant yang ada. Dan sebagian besar ada yang tetap melanjutkan sewanya, ada juga yang memilih untuk tidak memperpanjang," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya