Daerah

Disdamkarmatan Kukar Bagi Personel Hadapi Karhutla dan Kebakaran Permukiman

Supri Yadha — Kaltim Today 08 September 2026 18:47
Disdamkarmatan Kukar Bagi Personel Hadapi Karhutla dan Kebakaran Permukiman
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara (Disdamkarmatan Kukar) harus membagi kekuatan personelnya. 

Di satu sisi, penanganan karhutla terus dilakukan, sementara kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di permukiman tetap menjadi prioritas.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, pembagian tugas tersebut dilakukan dengan menempatkan personel sesuai kemampuan dan pengalaman masing-masing.

Ia menyebut, kondisi tersebut seperti berada di “dua alam”. Sebab, selain memiliki tugas utama menangani kebakaran di kawasan permukiman, Disdamkarmatan juga ikut mendukung pemerintah daerah dalam penanganan karhutla.

“Setelah terbentuknya Dinas Pemadam, kita tidak akan meninggalkan historis. Jadi, senior-senior yang memang berpengalaman di pemadaman hutan dan lahan itu kita jadikan senior untuk pergerakan membackup pemerintah daerah dalam penanganan karhutla,” kata Afe sapaan Fida, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, tidak seluruh personel diturunkan dalam penanganan karhutla. Disdamkarmatan telah memetakan personel yang memiliki pengalaman dan kemampuan khusus dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Pembentukan tim karhutla pun dilakukan secara selektif dengan menempatkan personel senior yang berpengalaman sebagai pengendali teknis di lapangan. Mereka kemudian diperkuat personel yang lebih muda.

“Makanya, waktu saya memberanikan diri membentuk tim karhutla itu tidak gampang dan tidak sembarangan. Saya pasti menempatkan tokoh-tokoh senioritas yang berpengalaman dalam penanganan hutan dan lahan,” ungkapnya.

Pola tersebut diterapkan saat penanganan karhutla di Kecamatan Muara Muntai. Disdamkarmatan menurunkan dua tim yang telah dipersiapkan khusus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, personel yang berada di kecamatan tetap menjalankan tugasnya masing-masing. Disdamkarmatan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi di sejumlah pos untuk menentukan kebutuhan tambahan, baik sarana dan prasarana (sarpras) maupun personel.

“Begitu mereka butuh sarpras, kita backup sarpras. Begitu mereka sudah minta jumlah personel, kita backup dengan orang-orang yang kita pilih dari mako untuk membackup. Seperti itu main kita,” tuturnya.

Ia mencontohkan penanganan kebakaran di Muara Badak. Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari sejumlah pos, Disdamkarmatan mengirimkan satu tim dari markas komando (mako) untuk membantu penanganan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, pembagian sarpras ke sejumlah pos kecamatan juga membuat ketersediaan peralatan harus dikelola secara fleksibel. Kondisi itu sempat terasa ketika terjadi kebakaran permukiman di Jalan Pesut beberapa waktu lalu.

Lantaran sebagian sarpras Disdamkarmatan memang ditempatkan di sejumlah kecamatan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Memang terasa pada saat kita ada kejadian di pemukiman. Begitu kurang pasokan sarpras-sarpras kita yang memang tadinya membackup penuh, memang terasa mainnya,” sebutnya.

Meski demikian, ia memastikan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran permukiman tetap dijaga. Disdamkarmatan juga menyesuaikan pola pergerakan dengan kondisi di lapangan agar penanganan tetap berjalan taktis.

“Jadi kita harus fleksibel saja, kita bergerak taktis saja untuk hal-hal seperti ini,” sambungnya.

Selain personel Disdamkarmatan, keterlibatan relawan juga menjadi bagian dalam penanganan karhutla. Relawan yang tersebar di sejumlah wilayah dapat dilibatkan dalam tim kabupaten ketika membutuhkan tambahan personel.

“Termasuk relawan-relawan di Kecamatan Tenggarong. Apabila kami lihat mereka ingin berkontribusi, kita libatkan di dalam tim yang kita bentuk di kabupaten dan akan dikirim ke kecamatan jika membutuhkan bantuan,”pungkasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya