Daerah

Pemkab PPU Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran Sungai Parit, Pemulihan Psikologis Jadi Perhatian

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 10 Juli 2026 14:15
Pemkab PPU Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran Sungai Parit, Pemulihan Psikologis Jadi Perhatian
Bupati PPU, Mudyat Noor, bersama jajaran menyerahkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran di Kelurahan Sungai Parit. (Fauzan/Kaltimtoday)

Kaltimtoday.co, Penajam - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban kebakaran di RT 006, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Dua anak berusia sekitar 7 tahun dan 4 tahun meninggal dunia setelah terjebak dalam kobaran api yang menghanguskan satu unit rumah warga, Kamis (9/6/2026) lalu. 

Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, kebakaran terjadi di kawasan dekat SMKN 2 PPU. Kedua korban disebut sedang tertidur di kamar pada bagian atas rumah panggung bermaterial kayu saat api membesar. Nenek korban yang berada di rumah ketika kejadian sempat panik dan berlari keluar untuk menyelamatkan diri.

Pascakejadian, Pemda PPU bergerak menangani keluarga terdampak. Bantuan kebutuhan dasar, dukungan pemakaman, pendampingan psikologis, hingga rencana pembangunan kembali rumah mulai disiapkan secara bertahap.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan jajaran pemerintah daerah telah merespons sejak awal. Wakil Bupati PPU bersama perangkat daerah dan tenaga kesehatan turut mengambil peran dalam penanganan keluarga korban.

“Sejak dari kemarin memang teman-teman dari Pemda PPU, dipimpin juga oleh Pak Wabup, sudah merespons cepat. Termasuk juga teman-teman RSUD RAPB sudah melakukan respons cepat terhadap bencana kebakaran yang terjadi," ujar Mudyat saat menyambangi kediaman sementara korban kebakaran, Jumat (10/7/2026). 

Perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada kebutuhan fisik keluarga. Kehilangan dua anak dalam satu peristiwa menjadi trauma berat yang membutuhkan penanganan khusus.

"Terkait pemulihan psikologis korban juga sangat penting. Makanya teman-teman RSUD juga cepat tanggap. Semoga secara psikologis teman-teman RSUD dapat memulihkan psikologis korban secara baik dan dapat stabil," katanya.

Di sisi lain, bantuan untuk memenuhi kebutuhan awal korban juga mulai disalurkan. Baznas turut memberikan dukungan sebagai bagian dari proses membangun kembali rumah yang terbakar.

"Kalau yang ada ini sudah kita ulurkan bantuan untuk beberapa hal yang dasar. Baznas juga sudah memberikan bantuan dalam rangka untuk membangun ulang rumahnya secara perlahan," jelas Mudyat.

Dukungan dari masyarakat juga dihimpun melalui wilayah kecamatan. Pemerintah berharap bantuan yang terkumpul dapat mengurangi beban keluarga dalam menjalani masa pemulihan.

"Teman-teman dari kecamatan juga sedang membuka donasi untuk membantu. Semoga bantuannya bisa meringankan korban," ujarnya.

Tragedi tersebut sekaligus menjadi pengingat agar kewaspadaan terhadap potensi kebakaran terus ditingkatkan. Mudyat menyoroti kondisi cuaca panas di tengah masa pancaroba yang perlu diantisipasi masyarakat.

"Memang di tengah musim pancaroba, apalagi panas yang luar biasa seperti saat musim kali ini, memang luar biasa. Peringatan ini juga sudah lama dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah," katanya.

"Oleh sebab itu, kita harus mencegah dan waspada sejak dini terhadap potensi-potensi bencana, khususnya kebakaran di musim sekarang ini," sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan bantuan logistik telah disalurkan sejak malam setelah kejadian. BPBD juga ikut mendukung rangkaian penanganan keluarga, termasuk kebutuhan pemakaman dan pemulihan psikologis.

“Kalau bantuan dari BPBD sendiri, sejak tadi malam kita salurkan bantuan logistik. Kemudian juga bantuan paripurna kegiatan pemakaman dan lainnya. Kita juga memastikan dan mengawal pemulihan psikologisnya juga," ujar Nurlaila.

Untuk memastikan kondisi keluarga terus terpantau, BPBD berkoordinasi dengan lurah dan ketua RT setempat. Jalur komunikasi di tingkat wilayah dinilai penting agar kebutuhan korban dapat segera diteruskan kepada pemerintah.

"Selain itu, kita juga melakukan komunikasi efektif dengan lurah dan ketua RT selaku pemangku kewilayahan setempat agar lebih dekat pemantauannya dengan korban," katanya.

Pendekatan terhadap keluarga juga dilakukan secara personal. BPBD berupaya menjaga kondisi emosional korban dengan tidak semata-mata berfokus pada penyaluran bantuan.

"BPBD juga kami yakinkan akan melakukan pendekatan-pendekatan emosional, personal approach ke korban terdampak akan kami lakukan secara efektif. Sehingga, seperti yang tadi disampaikan, sedikit demi sedikit korban bisa kembali pulih," bebernya.

Sejumlah bantuan kini telah diterima keluarga dari berbagai pihak. Selain BPBD, dukungan datang dari Baznas, Dinas Sosial, dan warga sekitar. BPBD juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa material bangunan. Penyalurannya tinggal menunggu proses administrasi dari pihak kelurahan.

"BPBD juga tetap melakukan pemantauan. Nanti juga akan ada bantuan material bangunan. Tinggal menunggu kelurahan setempat mengirimkan suratnya ke BPBD, kita akan eksekusi juga secara cepat," ungkapnya. 

Untuk penyaluran bantuan dari masyarakat, BPBD tetap melakukan pemantauan dan siap membantu apabila ada pihak yang ingin menyalurkan bantuan melalui lembaga tersebut.

"Terkait open donasi belum ada update dari teman-teman kelurahan dan warga sekitar. Tetapi, kita juga melakukan pemantauan dan membantu jika ada yang mau menyalurkan bantuan melalui BPBD," tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya