HeadlineInternasional
Trending

Belum Selesai Covid-19, WHO Ingatkan Ancaman Wabah Ebola

Sudah 4 Warga Kongo Dilaporkan Meninggal Dunia

Kaltimtoday.co – Belum selesai pandemi virus corona Covid-19, masyarakat dunia kembali dibuat cemas dengan mulai merebaknya wabah ebola.

Wabah yang pernah merebak pada 2014 ini sampai sekarang masih ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Baca juga:  Donald Trump Umumkan Akhiri Hubungan AS dengan WHO

Saat ini, penyebaran ebola kembali terjadi. Setelah memakan korban sebanyak 1.400 orang di Kongo, penyakit ini sempat menyebar ke negara tetangganya, Uganda.

Di Uganda, tercatat ada dua korban jiwa akibat ebola. Meski korban yang berjatuhan sudah banyak, WHO tidak mengumumkannya sebagai kegawatdaruratan global.

Hari ini, WHO kembali melaporkan adanya 6 kasus ebola baru di daerah Wangata. Dari 6 kasus tersebut, empat di antaranya meninggal dunia. Sementara 2 lainnya masih dalam perawatan intensif.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo hari ini mengumumkan bahwa wabah baru penyakit virus Ebola terjadi di zona kesehatan Wangata, Mbandaka, di provinsi Équateur. Pengumuman itu muncul sebagai wabah Ebola yang panjang, sulit dan kompleks di Republik Demokratik Kongo timur dalam fase terakhir, sementara negara itu juga memerangi COVID-19 dan wabah campak terbesar di dunia.

Rumah Sakit Ebola di Kongo. Sumber: WHO

Informasi awal dari Kementerian Kesehatan adalah bahwa enam kasus Ebola sejauh ini telah terdeteksi di Wangata, di mana empat telah meninggal dan dua masih hidup dan dalam perawatan. Tiga dari enam kasus ini telah dikonfirmasi dengan uji laboratorium. Kemungkinan lebih banyak orang akan diidentifikasi dengan penyakit ini karena kegiatan pengawasan meningkat.

“Ini adalah pengingat bahwa COVID-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi orang,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

“Meskipun banyak perhatian kita tertuju pada pandemi, WHO terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya,” sambungnya.

Baca juga:  Cegah Virus Corona, Berikut Cara Cuci Tangan yang Benar Menurut WHO

Ebola Kembali Menyebar, Bagaimana di Indonesia?

Hingga saat ini, negara-negara yang paling berisiko terkena penyebaran virus mematikan ini adalah negara tetangga dari Republik Demokratik Kongo, yaitu Uganda, Rwanda, dan Burundi.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pusat Bumbu Samarinda (@pasarbumbu.smr) pada

Sampai sekarang, virus ini belum dilaporkan merebak di Indonesia. Salah satu sebanya karena penularan virus ini berpengaruh  jarak. Kendati, hingga saat ini belum pernah ada laporan terkait penyakit ebola di Indonesia. Namun, risiko menyebarnya penyakit ini ke Indonesia, bukan sama sekali tidak ada, melainkan berada pada kemungkinan yang sangat rendah.

Sebab, Kongo yang saat ini telah menjadi daerah rawan ebola, merupakan wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Selain itu, di negara lain sekitarnya pun, belum pernah ada kasus ebola yang dilaporkan. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa belum ada kasus ebola yang terkonfirmasi di Indonesia.

Baca juga:  WHO Minta Pengobatan Covid-19 Tidak Menggunakan Obat-obatan yang Belum Terbukti

Sejarah penyebaran penyakit ebola

Ebola merupakan penyakit menular akibat virus (ebolavirus). Penularan berlangsung di antara manusia lewat kontak dengan darah, cairan tubuh, serta substansi yang dikeluarkan tubuh atau organ milik penderita. Obyek atau benda yang sudah terkontaminasi juga bisa menjadi sumber penularan.

Saat wabah terjadi, termasuk ebola, pertanyaan penting yang selalu diajukan ialah seberapa memadai infrastruktur serta peralatan untuk mengatasinya. Dana dan bantuan internasional ditujukan untuk mendukung kesiapan tersebut, termasuk pekerja medis.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pusat Bumbu Samarinda (@pasarbumbu.smr) pada

Penyakit ebola disebabkan oleh virus yang sangat mematikan, dan ditemukan pertama kali pada tahun 1976 di benua Afrika bagian tengah. Pada waktu itu, penggunaan jarum suntik di rumah sakit di Kongo (dahulu bernama Zaire), tidak dilakukan secara steril.

Baca juga:  WHO Peringatkan Kemungkinan Virus Corona Tak Akan Hilang

Para tenaga kesehatan di daerah yang menjadi lokasi menyebarnya ebola, menggunakan 5 jarum suntik untuk 300-600 pasien per harinya. Kontak langsung dengan darah yang terkontaminasi pasien yang terinfeksi ebola, penggunaan ulang jarum suntik, dan teknik perawatan yang tidak baik menjadi jalan awal tersebarnya virus mematikan itu di Kongo.

Selain kontak langsung dengan darah penderita, ebola juga dapat menyebar melalui:

  • Cairan tubuh lain seperti air liur, keringat, air seni, ASI, sperma, muntah, hingga tinja
  • Kontak dengan hewan yang membawa virus ebola, termasuk kelelawar buah atau primata, seperti monyet dan kera

Saat seseorang tertular virus ini, maka ia tidak akan langsung mengalami gejala. Masa inkubasi virus ebola sendiri bisa bervariasi mulai dari 2-21 hari dengan rata-rata 8-10 hari. Masa inkubasi adalah periode sejak virus pertama kali menginfeksi tubuh hingga gejala pertama kali muncul.

Pada fase ini, virus ini belum bisa ditularkan antarmanusia. Virus baru menular, saat gejala sudah mulai muncul.

Baca juga:  Bahaya Penyebaran Virus Corona Covid-19 Saat Banjir

Gejala yang bisa muncul saat seseorang terinfeksi ebola antara lain:

  • Demam
  • Pusing
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Muntah
  • Mudah berdarah tanpa sebab yang jelas
  • Lemas
  • Sakit perut
[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close