Nasional

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini: Hujan Lebat hingga Angin Kencang

Network — Kaltim Today 27 Februari 2026 07:23
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini: Hujan Lebat hingga Angin Kencang
Ilustrasi. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (27/2/2026). Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan intensitas ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

Prakirawan BMKG, Ranika, menjelaskan adanya daerah konvergensi yang memanjang di beberapa titik strategis. Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat daya Banten hingga perairan Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi. Berdasarkan prakiraan, sejumlah kota besar akan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra meliputi Bandar Lampung, Surabaya, dan Denpasar. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Tanjung Selor, Mamuju, Makassar, hingga Merauke di Papua.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mengguyur Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Manado, Ternate, hingga Jayawijaya. Adapun cuaca berawan diprakirakan terjadi di Pekanbaru, Jambi, Serang, Pontianak, Ambon, dan Jayapura.

Selain cuaca ekstrem di daratan, BMKG memberikan perhatian khusus pada kondisi keselamatan maritim. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, memperingatkan ancaman gelombang tinggi yang bisa mencapai empat meter.

Peringatan dini keselamatan pelayaran ini berlaku hingga Sabtu (28/2/2026). Wilayah yang terdampak mencakup perairan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Eko menyebut peringatan tersebut dikeluarkan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut. Peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh kondisi atmosfer yang dinamis di wilayah perairan tersebut.

Gelombang setinggi 2,50 hingga 4,0 meter berpeluang besar terjadi di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Area terdampak lainnya meliputi perairan selatan Jawa Timur, Bali, NTB, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait potensi cuaca buruk ini, BMKG menyarankan masyarakat untuk memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas dahan pohon yang rapuh. Langkah ini penting dilakukan guna menghindari dampak kerusakan akibat angin kencang.

Nelayan di wilayah yang terdampak gelombang tinggi juga diimbau untuk menghindari aktivitas di laut lepas. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terkini melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi media sosial untuk pembaruan cuaca secara berkala.

[RWT]



Berita Lainnya