Nasional

Cendera Mata Eangelia Karya Anak Difabel Siap Menembus Ajang Miss World 2021

Kaltimtoday.co – Miss Indonesia 2020, Pricilia Carla Yules segera berangkat ke Puerto Rico untuk bertanding memperebutkan tahta sebagai Miss World 2021. Perempuan kelahiran 8 Juli 1996 itu akan membawa suvenir atau cendera mata cantik yang rencananya dibagikan ke kontestan Miss World dari berbagai negara.

Suvenir tersebut merupakan hasil karya teman-teman Bina Daksa Budi Bakti, yayasan difabel yang berlokasi di kawasan Cengkareng, Banten. Sedikitnya 10 orang difabel terlibat dalam pembuatan 50 tas suvenir yang bakal dibawa Pricilla Carla Yules ke Puerto Rico.

Baca juga:  Beasiswa DataPrint 2021 untuk SMP, SMA/SMK/Sederajat dan Mahasiswa Kembali Dibuka, Berikut Cara Daftarnya

Adalah Evelyn Angelia Jusri sosok di balik brand tas kulit Eangelia, sekaligus tas suvenir yang bakal menjadi buah tangan Pricilia Carla Yules di ajang Miss World 2021. Evelyn pun  mengaku senang dan bangga terlibat dalam perjuangan Carla Yules di kancah internasional.

“Miss Indonesia Carla Yules memesan tas suvenir untuk keberangkatannya ke Miss World. Ini adalah tas serbaguna yang bisa dicantel di tas. Tas ini ramah lingkungan dan membawa nuansa Indonesia,” kata Evelyn.

Evelyn Angelia Jusri

Carla awalnya tertarik dengan tas kulit produksi Eangelia. Malah dia sering tampil menggunakan tas buatan Evelyn di berbagai kesempatan. Belakangan, Carla Yules tertarik dengan kegiatan sosial yang ditekuni oleh Evelyn melalui brand tas kulitnya, termasuk pemberdayaan teman-teman berkebutuhan khusus.

Usai menjuarai ajang kecantikan Miss Indonesia, Carla menemukan Eangelia lewat media sosial Instagram lalu memesan beberapa tas kulit.

“Carla ingat kita bukan hanya memproduksi tas kulit tetapi juga gerakan sosial di mana kami mendukung anak difabel dengan mengajarkan mereka keterampilan, membayar keterampilan mereka dan mendukung karya mereka,” tambah Evelyn.

Baca juga:  Presiden Jokowi Perintahkan Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 450-550 Ribu

Ada 50 tas suvenir yang dibawa Carla Yules ke Puerto Rico. Ke-50 tas tersebut dibuat oleh sepuluh teman-teman dari Yayasan Bina Daksa Budi Bhakti Cengkareng, Banten. Ke depan, Evelyn berharap dapat menjadikan tas-tas suvenir serbaguna tersebut sebagai cideramata yang dapat dibeli oleh publik Indonesia secara luas.

“Kami akan membuat harganya cukup ekonomis, hanya Rp50 ribu saja berhubung kami menggunakan kain yang berbeda-beda,” tutupnya.

[RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close