HeadlineNasional
Trending

Data Terbaru, Pengangguran Indonesia Terbannyak Kedua di Asia Tenggara

Presiden Joko Widodo menghadiri acara peluncuran sertifikat elektronik tenaga kerja konstruksi Indonesia yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, pada Selasa, 12 Maret 2019.

Kaltimtoday.co, Jakarta – Belakangan angka pengangguran di Indonesia dikabarkan menurun, namun nyatanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tengah tahun ini, tercatat ada 5,01 persen penduduk produktif yang menganggur.

Indonesia tertinggal dari Laos dan Kamboja, yang secara berurutan mencatatkan 0,60 persen dan 0,10 persen pengangguran dalam data BPS. Artinya, ini memang menjadi angka terendah dalam sejarah Indonesia, tetapi tetap menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Baca juga:  Belajar dari Penusukan ke Wiranto, Jokowi Tambah Pengamanan untuk Pejabat Negara

Padahal beberapa waktu mendatang Indonesia sedang menghadapi periode krusial bonus demografi. Kepala Generasi muda Indonesia (gsm) Muhammad Nur Rizal, jumlah generasi milenial yang berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun).

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Zairin Zain dan Sarwono semakin mantap berpasangan maju di Pilwali Samarinda 2020. Keseriusan keduanya terbukti dari peresmian rumah pemenangan @zairin_sarwono hingga hadir berdua dalam kegiatan sosialisasi. Salah satunya saat Jalan Sehat Merah Putih, Minggu (29/09/2019), di lapangan parkir GOR Segiri Samarinda. Kegiatan itu sekaligus memperkenalkan diri dan meminta dukungan kepada masyarakat untuk maju di jalur independen. Pasangan bakal calon ini kompak dan antusias untuk meraih dukungan masyarakat. Acara jalan sehat ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan Hadi Mulyadi. #samarinda #zairinsarwono #samarindabangkit #pilwalisamarinda2020 #pilwali #kaltim

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Today (@kaltimtoday.co) pada

“Generasi muda Indonesia akan menghadapi persimpangan yang belum pernah ada sebelumnya,” ujarnya seperti dilansir dari VIVA, dalam seminar pendidikan “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan dan Sekolah Integritas” Jumat, 11 Oktober 2019.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengatasi tantangan zaman yang terus berubah, khususnya terkait polemik bonus demografi.

“Ketika proporsi anak muda Indonesia yang besar itu ternyata tidak cukup produktif atau bermental lemah, maka jumlah besar itu akan menjadi bencana demografi sehingga niat bangsa ini untuk keluar status negara low-middle income akan terhambat,” ujarnya.

Baca juga:  197.111 Formasi CPNS Dibuka Bulan Ini, Berikut Persyaratannya

Risiko naiknya jumlah pengangguran bisa terjadi dalam konteks ini, apalagi pendidikan kita tidak menyiapkan mereka untuk menghadapi zaman yang kian tak pasti.

“Ketika banyak jenis pekerjaan digantikan oleh mesin, serta SDM dihadapkan pada tantangan yang belum pernah ada sebelumnya, mental kuat dan kreativitas menjadi kunci utama untuk sukses.”

Itu berarti pendidikan harus memusatkan perhatian pada pengembangan karakter yang fleksibel dan tahan banting untuk menghadapi transisi yang super cepat di era revolusi
internet.

[VIVA | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close