Gaya Hidup
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta dan Fase Kritisnya
Kaltimtoday.co - Memasuki masa pancaroba dan cuaca ekstrem dengan kelembapan tinggi, lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Puncak kasus DBD tahun ini diperkirakan terjadi sepanjang Maret hingga Mei 2026.
Penyakit ini tidak bisa disepelekan karena dapat berujung fatal jika penanganannya terlambat. Namun, di tengah tingginya angka kasus, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya: apakah DBD bisa menular secara langsung melalui sentuhan?
Mekanisme Penularan DBD
Banyak orang merasa khawatir tertular saat menjenguk kerabat yang sedang dirawat karena DBD. Faktanya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), DBD tidak bisa menular secara langsung antarmanusia.
Penyakit ini tidak menyebar melalui sentuhan kulit, keringat, maupun percikan ludah saat berbicara. Satu-satunya vektor atau faktor pemindah virus dengue adalah nyamuk, khususnya jenis Aedes aegypti betina. Nyamuk tersebut baru membawa virus setelah menggigit orang yang terinfeksi, lalu menularkannya ke orang lain lewat gigitan berikutnya setelah masa inkubasi virus di tubuh nyamuk selesai.
Gejala Khas yang Wajib Diwaspadai
Gejala biasanya muncul 4 hingga 10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Beberapa tanda utama yang harus diantisipasi meliputi:
- Demam tinggi mendadak (mencapai 40 derajat Celsius).
- Sakit kepala parah dan nyeri di bagian belakang mata.
- Nyeri otot serta sendi yang luar biasa.
- Muncul bintik merah atau ruam pada kulit.
- Gejala pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah.
Waspada Fase Kritis yang Menipu
Pasien DBD akan melewati tiga fase yang sering kali mengecoh keluarga pasien:
- Fase Demam (Hari 1-3): Suhu tubuh sangat tinggi.
- Fase Kritis (Hari 4-5): Suhu tubuh menurun ke angka normal. Banyak yang mengira pasien sudah sembuh, padahal di fase inilah risiko kebocoran pembuluh darah dan penurunan tekanan darah yang mematikan dapat terjadi.
- Fase Penyembuhan (Hari 6-7): Kondisi fisik mulai membaik dan kadar trombosit kembali naik menuju normal.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai langkah pencegahan di lingkungan rumah dan panduan penanganan dini gejala demam, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkeskrui.org. Kesadaran akan kebersihan lingkungan melalui 3M Plus tetap menjadi kunci utama.
Kelompok Paling Berisiko
Meski menyerang semua usia, komplikasi berat lebih rentan terjadi pada anak-anak di bawah 15 tahun, bayi, lansia, serta individu dengan sistem imun lemah. Selain itu, orang yang pernah terinfeksi DBD sebelumnya harus ekstra waspada, karena infeksi kedua sering kali menunjukkan gejala yang lebih parah dibandingkan yang pertama.
Related Posts
- 5 Makanan yang Perlu Dikonsumsi untuk Mencegah Kolesterol Tinggi
- 6 Obat Asam Lambung Alami: Kunyit, Madu, hingga Jahe
- 5 Cara Sarapan Pagi untuk Turunkan Kolesterol Jahat
- Menakar Manfaat Minum Soda Berkarbonasi Beserta Efek Sampingnya bagi Kesehatan
- Suka Kretek Punggung? Perhatikan Efek Samping dan Bahayanya









